Server Ngadat, Layanan Dispendukcapil Terganggu

  • 17-07-2019 / 16:31 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Server Ngadat, Layanan Dispendukcapil Terganggu ANTRE: Suasana pemohon yang menunggu giliran antrean karena server tanda tangan elektronik di Dispendukcapil Kabupaten Malang ngadat.

MALANG- Layanan administrasi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang sempat terganggu sejak tiga hari ini. Permasalahannya, karena server tanda tangan elektronik ngadat. Dampaknya terjadi penumpukkan antrean warga yang mengajukan layanan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang, Siti Meicharini, dikonfirmasi membenarkan. Menurutnya, server mengalami trouble sejak tiga hari yang lalu. "Benar, kondisi eror terjadi saat pagi. Menjelang siang sudah mulai bisa, namun tidak lancar seperti biasanya," jelas Siti Meicharini.

Dengan kondisi tersebut, menurutnya, pelayanan one day service jadi tersendat. Namun supaya tidak terjadi penumpukkan antrean warga, terpaksa sementara waktu kembali ke tanda tangan non elektronik. "Kami sementara kembali ke tanda tangan basah sambil menunggu maintanance server TTE sampai selesai. Sedangkan untuk pengambilan dokumen, kami berikan waktu lima hari," ujarnya.

Sementara, untuk proses perekaman dan percetakan e-KTP, tak ada kendala. Hingga kini, sisa blangko yang tersedia mencapai 400 lembar. Sedangkan surat keterangan, jumlah antreannya mencapai 28 ribu permintaan. Termasuk Print Ready Record (PRR) mencapai 16 ribu. Sementara jumlah pemohon e-KTP maupun dokumen kependudukan lain mengalami lonjakan, terutama pemohon baru.

Ditambahkan, Dispendukcapil juga akan menambah 10 unit alat cetak e-KTP. Penambahan alat itu, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan antrean. Satu alat sehari rata-rata bisa mencetak 250 sampai 1000 keping e-KTP. "Pengadaan alat cetak e-KTP ini akan dianggarkan dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2019. Semoga ke depannya produktivitas pelayanan bisa lebih cepat," tuturnya sembari mengatakan bahwa awal tahun lalu sudah menganggarkan 25 unit untuk didistribusikan ke masing-masing kecamatan.

Sementara itu, terkait dengan server tanda tangan elektronik yang ngadat tersebut, terlihat antrean pemohon cukup banyak. Meski demikian pemohon tetap rela menunggu giliran pemanggilan nomor antrean.

Masyarakat berharap server tanda tangan elektronik tersebut, bisa segera dibenahi. Sehingga pemohon tidak lagi harus menunggu antrean yang cukup lama. "Saya antre sejak pukul 08.00 dan sampai pukul 11.00 belum mendapat layanan. Informasinya servernya sedang bermasalah," ujara Bagus, salah satu pemohon asal Kecamatan Pagelaran, yang juga dibenarkan pemohon lainnya. (agp/udi)

  • Editor : udi
  • Uploader : slatem
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI