Harga Melonjak, Daging Sapi dan Ayam Sepi Peminat

  • 17-07-2019 / 16:37 WIB
  • Kategori:Ekonomi, Malang
Harga Melonjak, Daging Sapi dan Ayam Sepi Peminat Beberapa pedagang daging, baik daging sapi maupun daging ayam di Pasar Besar Malang mengeluhkan terjadinya penurunan penjualan.

MALANG-Beberapa pedagang daging, baik daging sapi maupun daging ayam di Pasar Besar Malang mengeluhkan terjadinya penurunan penjualan. Meski demikian, harga daging tersebut masih cenderung stabil dan memiliki kualitas yang bagus.

Salah satu pedagang daging sapi, Umriyah mengungkapkan, selama beberapa minggu belakangan, daya beli masyarakat terhadap pembelian daging sapi memang cenderung mengalami penurunan. “Setiap hari, kami menyembelih satu ekor sapi. Kalau lagi ramai, langsung habis. Kalau akhir-akhir ini, mungkin hanya laku sekitar 50 persen,” terang dia ketika ditemui Malangpostonline.com, Rabu (17/7).

Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran kondisi stok sapi lokal yang mulai langka di pasaran. Selain itu, momen tahun ajaran baru membuat masyarakat cenderung lebih bijak untuk membelanjakan uangnya. 

 

 

 

Selain itu, lanjut dia, pembelian daging sapi cenderung berkurang karena masyarakat lebih banyak beralih ke toko modern. “Banyak masyarakat yang beli daging di toko modern dalam kondisi frozen. Padahal, kualitas daging kami juga tak kalah dengan mereka,” jelas dia.

Meski demikian, harga daging sapi tidak mengalami kenaikan dan masih tetap stabil, yakni di angka Rp 110 ribu hingga Rp 115 ribu per kilogram. “Naik atau tidaknya harga memang tergantung kondisi stok sapinya juga,” kata dia.

Selain itu, penurunan penjualan juga dialami oleh daging ayam ras. Selama empat hari terakhir, permintaan daging ayam juga cenderung berkurang dibandingkan dengan hari biasanya. “Pembelinya cenderung menurun. Hanya ada beberapa langganan saja yang datang. Meski harganya mahal, kualitasnya bagus-bagus,” kata Hamidah, salah satu penjual daging ayam ras di Pasar Besar Malang.

Lebih lanjut, Hamidah mengungkapkan, pekan ini, harga daging ayam ras kembali mengalami kenaikan. Setelah sempat turun di angka Rp 32 ribu per kilo. Sejak empat hari belakangan, harga kembali melonjak di angka Rp 35 ribu. “Kenaikan harga tersebut terjadi karena harga pakan ternak memang mulai naik. Selain itu, jumlah stok sekarang juga dibatasi,” jelas dia.

Selain harga daging ayam ras, harga ayam kampung juga masih terhitung mahal. Harga yang dibanderol mencapai Rp 55 ribu per ekor. “Sementara, untuk harga ayam pejantan, untuk ukuran kecil saja mencapai Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram,” tandas dia.(tea)

  • Editor : tea
  • Uploader : slatem
  • Penulis : tea
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI