Ritual Menyambut Yadnya Kasada di Bromo

Mendak Tirta, Warga Tengger Daki Gunung Widodaren

  • 17-07-2019 / 22:11 WIB
  • Kategori:Kabupaten, Destinasi
Mendak Tirta, Warga Tengger Daki Gunung Widodaren AIR SUCI: Sehari menjelang Yadnya Kasada, warga Suku Tengger dari Sukapura Probolinggo mengambil air suci di Goa Widodaren untuk kesuburan tanah mereka, Rabu (17/7) kemarin.

PROBOLINGGO-Ritual Yadnya Kasada pada pukul 04.00 pagi, Kamis (18/7) besok, menjadi magnet bagi wisatawan. Mereka berdatangan sudah untuk melihat upacara adat Tengger. Sehari sebelum Kasada, warga Tengger mendaki Gunung Widodaren untuk mendak tirta. Ada juga warga Tengger yang mengambil air suci di Ranupane, Watu Klosot dan air terjun Madakaripura, Rabu (17/7) siang tadi.

Gunung Widodaren sendiri memiliki ketinggian 2.614 meter, letaknya masuk Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. Gunung itu, sejak pagi sudah didatangi banyak warga Tengger. Mereka melewati Lautan Pasir kemudian mendaki ke Goa Widodaren. Goa tersebut berada persis di bawah puncak Gunung Widodaren. Dari pelataran goa, lautan pasir dan kawasan Gunung Bromo terlihat sangat bagus.

Intan Yohana dan saudara kembarnya adalah warga Tengger yang ikut Mendak Tirta. Mereka bersama keluarga mendaki Goa Widodaren di kawasan Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk untuk mengambil air suci. Tak hanya mengambil air suci Yohana juga membawa satu ekor kambing serta sesaji yang dibawa saudaranya naik bukit.

"Saya mengambil air suci ini untuk lahan pertanian di daerah saya, karena bisa subur kalau dikasih ke tanaman," terang wanita asal Sukapura, Probolinggo.

Selain Yohana banyak juga warga dari daerah lain yang datang berasal dari wilayah Bromo Tengger Semeru (BTS) yakni Lumajang, Malang, Probolinggo dan Pasuruan. Lokasi goa ini berada di sebuah bukit di balik Gunung Batok. Untuk menuju ke sana, warga ada yang menggunakan jasa angkutan umum seperti kendaraan hardtop, truk, pikap. Aa juga yang mandiri datang menggunakan sepeda motor. Medan menuju goa ini  sangat berat. Sebab, goa ini berada di ketinggian yang lumayan tinggi. Bila diukur, goa ini setara dengan ketinggian Gunung Batok.

Sriyana Pakel, sesepuh yang juga berada di tempat itu menambahkan, jika warga tiap tahun  ke lokasi itu sebelum Upacara Yadnya keesokan harinya, Kamis (18/7) besok. "Banyak warga yang ke sini berbondong-bondong membawa botol kosong untuk diisi air suci" ujarnya.

Mereka ingin mengambil air suci yang dipercaya khasiat membawa berkah. Sesuai kepercayaan, air di goa ini mampu melancarkan rezeki, jodoh, karir dan sebagainya. Untuk diketahui air di situ, hanya boleh diambil tiga hari sebelum pelaksanaan ritual adat Yadnya Kasada dan Jumat legi. Selain itu, air tidak boleh diambil sembarang.(rup/ary)

Editor : Ary
Uploader : slatem
Penulis : Ipunk
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU