Yadnya Kasada Bromo 2019

Tujuh Pejabat Dikukuhkan Sebagai Warga Kehormatan Suku Tengger

  • 18-07-2019 / 00:18 WIB
  • Kategori:Kabupaten, Destinasi
Tujuh Pejabat Dikukuhkan Sebagai Warga Kehormatan Suku Tengger Tujuh pejabat dikukuhkan sebagai warga kehormatan Suku Tengger. Pengukuhan dipimpin langsung oleh Romo Dukun Pandito Sutomo

PROBOLINGGO - Tujuh pejabat dikukuhkan sebagai warga kehormatan suku tengger. Tujuh pejabat tersebut masing-masing Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Dr Heru Tjahjono, Dandim 0820 Probolinggo,  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Kapolres Probolinggo, Kapolres Probolinggo Kota, Kajari Kraksan, Ketua DKM Kabupaten Probolinggo.

Pengukuhan dilakukan di pendopo Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, saat malam resepsi Yadnya Kasada Bromo 2019. Para pejabat ini dikukuhkan langsung oleh Romo Dukun Pandito Sutomo, sesepuh Suku Tengger.

Prosesi ritual sendiri cukup khimat. Terlebih saat pembacaan doa, suasana di Pendopo Desa Ngadisari yang awalnya riuh menjadi senyap. Kalaupun ada warga yang berbicara, mereka pilih berbisik.

 

 

Menurut Sunarko, salah satu warga Suku Tengger, pengukuhan ini dilakukan kepada para pejabat yang baru menjabat. "Seperti ucapan selamat datang begitu. Mereka dikukuhkan sebagai pejabat baru yang nanti akan mengayomi warga suku Tengger," katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Probolinggo,  Drs. H. Ahmad Timbul Prihanjoko, dalam sambutannya menjelaskam bahwa Bromo masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Tidak hanya memiliki pemandangan alam yang luar biasa, tapi juga masyarakat suku Tengger yang ramah.

Untuk pengembangan wisata, pemerintah daerah pun terus bersinergi dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, serta tiga pemerintah daerah lainnya. Yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Lumajang.

"Meskipun infrastruktur menuju Bromo ini belum standart nasional, namun wisatawan yang datang kesini sangat nyaman. Itu karena warga di suku Tengger ini menyapa mereka dengan ramah," ungkapnya.

Yadnya Kasada sendiri dikatakan Timbul begitu dia akrab dipanggil tak sekadar kegiatan ritual. Tapi menjadi wujud kebersamaan. Dimana semua warga Suku Tengger berkumpul, dan berdoa bersama untuk keselamatan.

"Yadnya Kasada ini merupakan wujud pluralisme. Kebersamaan ini juga menjadi promosi wisata di sini. Kebersamaan ini juga menjadi modal untuk pembangunan lebih baik," tambahnya.

Sedangkan sekretaris daerah Pemprov Jatim, Dr Heru Tjahjanto memberikan apreasiasi dengan event Yadnya Kasada. Dia yang datang mewakili Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansah juga menyampaikan rencana pembangunan kereta gantung di kawasan ini.

"Akan ada kereta gantung. Itu rencana bu Gubernur yang disampaikan kepada bapak Presiden. Semoga rencana itu dapat terealisasi dalam waktu dekat," urainya.

Dia juga memuji kebersamaan warga suku Tengger,yang terus menjaga tradisi. Sehingga warga suku Tengger pun menjadi panutan, dan Bromo menjadi tujuan wisata budaya yang baik. (ira/ bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ira
  • Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI