Yadnya Kasada Bromo 2019

Libatkan 100 Lebih Petugas Keamanan, Berharap Lalulintas Lancar

  • 18-07-2019 / 00:48 WIB
  • Kategori:Kabupaten, Destinasi
Libatkan 100 Lebih Petugas Keamanan, Berharap Lalulintas Lancar Anggota polisi tampak berjaga di depan pintu pendopo Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO -  Upacara Yadnya Kasada Bromo 2019 tidak sekadar diikuti oleh warga Suku Tengger. Kegiatan ini juga melibatkan petugas keamanan. Seperti dijelaskan Kepala Seksi Wilayah I TNBTS, Sarmin, untuk kegiatan ini melibatkan 100 lebih petugas keamanan. Mereka adalah gabungan dari anggota TNI/Polri dan Linmas.

"Kami juga melibatkan relawan, serta tim kesehatan untuk event ini," kata Sarmin mengaku untuk koordinasi dengan petugas keamanan sudah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan upacara Yadnya Kasada.

"Kalau totalnya lebih dari 500, jika dihitung mulai rangkaian. Tapi untuk hari ini (Rabu) sampai puncak acara, jumlah petugas keamanan sekitar 100 orang," ungkapnya.

Para petugas ini melakukan penjagaan sejak di sekitar kawasan pendopo Desa Ngadisari, serta di pura dan di area kawah. "Kami juga melibatkan anggota Satlantas Polres Probolinggo untuk pengaturan lalulintas," urai Sarmin.

 

 

Dia menyebutkan, keberadaan petugas lalulintas di sekitar Balai Desa Ngadisari, lantaran di tempat ini kerap macet. "Tahun lalu macet, arus kendaraan sangat padat waktu itu. Dengan adanya petugas lalulintas diharapkan arus lalulintas semakin lancar, sehingga prosesi respsi Yadnya Kasada juga berjalan lancar," ungkap Sarmin.

Dia mengatakan, secara umum kepadatan arus terjadi saat selesai resepsi. Dimana para warga suku Tengger yang ada di Pendopo Desa Ngadisari, turun menuju pura sembari membawa ongkek.

"Seluruh warga Suku Tengger nanti akan ke Pura Poten, sembari membawa ongkek berisi hasil bumi. Setelah doa-doa, kemudian ongkek diarak menuju kawah, untuk larung sesaji," urai Sarmin.

Sementara itu Kepala Desa Ngadas, Mujianto mengatakan larung sesaji merupakan salah satu ritual dalam upacara Yadnya Kasada. Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Dan melalui larung sesaji warga juga memohon agar selalu diberikan keselamatan dan dihindarkan dari bencana.

"Umumnya sesaji yang dibawa adalah hasil bumi. Tapi ada juga yang membawa hewan ternak," katanya.

Mujianto sendiri menyebutkan jika dalam upacara Yadnya Kasada sebagian warganya yang merupakan Suku Tengger ikut. "Total dari tadi siang sampai malam ini warga Ngadas yang mengikuti upacara Yadnya Kasada sebanyak 513 KK," tandasnya. (ira/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ira
  • Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI