Dukung UKM Naik Kelas, Buka Pasar Baru ke Malaysia dan Fiji

  • 18-07-2019 / 17:30 WIB
  • Kategori:Malang
Dukung UKM Naik Kelas, Buka Pasar Baru ke Malaysia dan Fiji Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang tak pernah berhenti memberikan pendampingan bagi para pelaku usaha mikro supaya naik kelas.

MALANG-Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang tak pernah berhenti memberikan pendampingan bagi para pelaku usaha mikro supaya naik kelas. Kamis (18/7), bertempat di Aria Gajayana Hotel, digelar acara Emu Bisnis bagi pelaku usaha mikro. 

Pada kesempatan tersebut, juga dihadiri oleh pihak Kedutaan Besar dari Malaysia dan Fiji. Mereka datang untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para pelaku usaha mikro untuk memperluas jaringan usahanya

Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Tri Widyani mengungkapkan, Kota Malang memiliki banyak pelaku usaha, mulai dari mikro, kecil dan menengah. “Usaha-usaha tersebut kami siapkan bagaimana caranya supaya naik kelas dan go global,” terang dia.

 

 

Oleh karena itu, pihaknya menggelar pertemuan tersebut untuk mempermudah para pelaku usaha untuk memasarkan produksinya. Apalagi, saat ini, Malang menjadi role model untuk pengembangan ekonomi kreatif. “Mudah-mudahan, dari pertemuan ini bisa membuat UKM go global. Sehingga, bisa mengembangkan produk-produk yang lebih kreatif dan inovatif. Sehingga, bisa meraih pasar dunia,” papar perempuan berkacamata ini.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menambahkan, melalui pertemuan tersebut, beberapa pelaku usaha bisa saling berbagi ilmu untuk melakukan pengembangan usahanya. “Apalagi, dengan kehadiran pihak kedutaan Malaysia dan Fiji. Mereka memberikan kesempatan besar bagi para pelaku usaha untuk memasarkan dagangannya hingga ke luar negeri,” kata dia.

Saat ini, peluang bisnis dan usaha semakin terbuka luas karena adanya digitalisasi. “Setiap tahunnya, akan selalu hadir pendatang baru dalam dunia usaha. Jadi, memerlukan kreatifitas yang tinggi untuk memenangkan persaingan. Kita tidak boleh ketinggalan,” papar dia.

Apalagi, sejauh ini, Kota Malang memiliki banyak potensi untuk mengembangkan usaha mikto. “Kota Malang merupakan Kota Pendidikan yang memiliki banyak mahasiswa yang berpotensi untuk membangun usaha maupun produk kreatif,” papar dia,

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Bung Edi ini menambahkan, selama ini, ada beberapa faktor yang memberikan pengaruh terhadap perekonomian. Seperti dari segi transportasi, mampu menyumbang sebesar 9,26 persen. Kemudian, untuk penyedia akomodasi, seperti makanan dan minuman memberikan kontribusi sebesar 8,32 persen dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 7,57 persen. “Sementara, dari sistem komunikasi dan informasi, kami masuk peringkat 20 besar se-Indonesia. Karena kami memiliki banyak mahasiswa,” tandas dia.(tea)

  • Editor : tea
  • Uploader : slatem
  • Penulis : tea
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI