Bangkitkan Semangat Barista Pemula, Geber Lomba Latte Art

  • 18-07-2019 / 17:35 WIB
  • Kategori:Malang
Bangkitkan Semangat Barista Pemula, Geber Lomba Latte Art Sebanyak 14 barista pemula yang berasal dari Malang Raya mengikuti Kontes Kopi dan Barista khusus bagi para pemula.

MALANG-Sebanyak 14 barista pemula yang berasal dari Malang Raya berkumpul di halaman Stadion Luar Gajayana, Kamis (18/7). Mereka berlaga untuk mengikuti Kontes Kopi dan Barista khusus bagi para pemula.

Satu persatu, mereka menunjukkan kepiawaiannya dalam meracik kopi. Mulai dari membuat espresso, mencampur dengan susu hingga membuat hiasan (latte art). Setelah jadi, mereka memberikan hasilnya kepada para juri. Nantinya, akan dipilih sebanyak delapan orang pemenang.

Panitia Acara, Yohanes Kurnia Wijaya mengungkapkan, dalam acara tersebut, pihaknya memberikan tantangan kepada barista pemula untuk meracik kopi tanpa skala. “Dalam lomba ini, kami tidak menggunakan timbangan untuk membuat kopi. Bagaimana caranya barista ini membuat kopi dengan sajian yang menarik,” terang pria yang akrab disapa Pak Beng ini.

 

 

Lebih lanjut, dia menguraikan, dalam lomba tersebut, yang menjadi penilaian utama adalah pattern yang dibuat untuk kopi. “Kami menilai sisi art dan kreatifitas para barista dalam menyajikan secangkir kopi,” kata dia.

Nantinya, para juri yang berasal dari komunitas kopi tersebut akan menilai paduan warna, kontras, presisi hingga garis yang ditonjolkan. “Nanti ada tiga babak. Babak pertama pattern basic, yang kedua diberi kesulitan menengah dan yang terakhir menirukan latte art yang dilakukan oleh juri,” papar dia.

Dengan adanya kegiatan tersebut, pihaknya berharap, bisa membangkitkan para barista muda untuk meningkatkan kreatifitas. “Sementara, bagi pengusaha mikro yang bergerak di bidang kopi, bisa memiliki semangat untuk menaikkan usahanya,” jelas dia.

Sementara itu, salah satu peserta, Annida Ul Hidayah mengaku baru pertama kali mengikuti lomba. “Selama ini, saya belajar menjadi barista selama lima bulan. Sebab, selain kuliah, saya juga kerja di coffee shop,” terang mahasiswi jurusan sastra Inggris Universitas Negeri Malang (UM) itu.

Selama mengikuti lomba, Annida mengaku tidak mendapatkan kesulitan sama sekali. Ia meracik cappucino dan membentuk latte art. “Setiap peserta diberi waktu selama 10 menit. Tadi, sekitar lima sampai 6 menit baru selesai,” kata perempuan berusia 20 tahun itu.

Pecinta kopi tersebut berharap, dengan mengikuti lomba tersebut bisa menambah semangatnya untuk belajar lebih banyak tentang latte art. “Jadi bisa lebih bersemangat untuk belajar meracik kopi, utamanya untuk latte art,” tukas perempuan asal Bengkulu itu.(tea)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU