Pemkot Malang Akan Tindak Tegas Masyarakat yang Buang Sampah Sembarangan

  • 18-07-2019 / 18:44 WIB
  • Kategori:Malang
Pemkot Malang Akan Tindak Tegas Masyarakat yang Buang Sampah Sembarangan TERTIB : Warga membuang sampah pada tempatnya pada saat event car free day di jalan Ijen, Kota Malang.

MALANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, sejauh ini, masih ditemukan sampah-sampah yang berserakan di tepi jalan maupun di aliran sungai. Ke depan, untuk memberikan efek jera, DLH akan memberikan sanksi tegas berupa denda bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Plt Kepala DLH Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi mengungkapkan, secara rutin, seluruh petugas DLh terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya. “Selain itu, kami juga tak pernah berhenti untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar memilah sampah dari rumah, sebelum dibuang dan diangkut oleh petugas menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” terang dia.

Menurut Diah, sejauh ini, di wilayah Kota Malang, masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan. Bahkan, kebanyakan, mereka membuang sampah di sungai. "Kalau menurut saya, itu memprihatinkan. Karena ini menyangkut habit. Kalau jadi gaya hidup, wah itu gawat banget," imbuh dia,

 

 

Sebab, lanjut dia, jika dibiarkan, sampah yang menumpuk tersebut akan berdampak pada meluapnya air sungai hingga menyebabkan banjir, terutama saat musim penghujan tiba. "Semua lokasi badan air yg banyak sampahnya, menjadi prioritas pembersihan. Malah bukan hanya badan air, di lokasi-loasi yang nampak terdapat banyak sampah hingga menumpuk, akan kami lakukan koordinasi untuk pembersihan bersama," ujar dia.

Selain melakukan upaya pembersihan, pihaknya juga ingin menanamkan kesadaran kepada masyarakat dan menganggap sungai bukan tempat sampah. "Kemudian mengajak para kader lingkungan dan para relawan untuk sama-sama menularkan cinta lingkungan, stop buang sampah sembarangan dan buang sampah pada tempatnya,” tegas dia.

Lebih lanjut, Diah menambahkan, untuk mengatasi permasalahan terkait sampah, pihaknya sudah mengusulkan terkait denda dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), bagi yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

"Revisi atas Perda yang lama, yaitu Perda nomor 10 tahun 2010. Saat ini besaran denda tang diusulkan dalam Ranperda Rp 2.500.000," pungkas dia.(tea)

  • Editor : tea
  • Uploader : slatem
  • Penulis : tea
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI