Final Futsal PIONIR IX, Tim Kesehatan Digebuk Suporter Marah

  • 18-07-2019 / 18:48 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Final Futsal PIONIR IX, Tim Kesehatan Digebuk Suporter Marah TERGELETAK: Ivandre Asher, anggota tim kesehatan sekaligus anggota PSC 119 Kota Malang tergeletak di IGD RSSA Malang setelah digebuk oleh oknum supporter futsal yang marah.

MALANG – Petugas kesehatan kompetisi futsal UIN di Tidar Sukun, menjadi korban pemukulan oknum suporter dari luar Malang. Ivandre Asher, 28, warga Jalan Jenderal Basuki Rahmad Kayutangan, Klojen, terkulai tak berdaya di IGD RSSA Malang akibat digebuk suporter.

Dia mengeluhkan pusing setelah bagian belakang kepalanya digebuk. Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi siang kemarin, sekitar pukul 11.30 WIB di Champion Futsal Jalan Puncak Mandala, Kecamatan Sukun. Dalam gelaran Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX, UIN Maliki Malang menjadi tuan rumah.

Final cabor futsal putra, mempertemukan UIN Palu dan IAIN Madura. “Setelah laga selesai, pemenangnya adalah UIN Palu. Karena, dari hasil adu penalti seri, maka penentuan pemenang ditentukan dengan koin tos. Sebelumnya, laga di waktu normal berakhir dengan skor 2-2,” ujar Budi Setyo, Penanggung Jawab Futsal PIONIR IX Malang, Kamis siang kemarin.

 

Merasa tidak terima dengan hasil keputusan tersebut, suporter IAIN Madura mengamuk dan membuat keributan di Champion Futsal Jalan Puncak Mandala. Mereka berupaya masuk ke dalam jaring lapangan futsal, untuk mengejar wasit. Pihak pengamanan, yang jumlahnya terbatas, berupaya menghalau suporter agar tidak masuk ke dalam lapangan futsal.

“Kelompok suporter IAIN Madura tidak bisa terima kekalahan timnya, mereka berupaya masuk menerobos jaring lapangan untuk mengejar wasit. Tim kesehatan membantu tim keamanan, ternyata kena sasaran. Peristiwa ini terjadi di luar pertandingan. Karena laga sudah selesai,” kata Budi.

Saat anggota tim kesehatan, termasuk Ivandre berupaya melerai dan mencegah suporter masuk ke dalam jaring lapangan, ada oknum suporter yang menggebuk korban. Ivandre kesakitan. Bahkan, para suporter masih menunggu di luar gedung futsal, untuk melampiaskan amarahnya. Setelah polisi dan tentara datang, para suporter ini membubarkan diri.

Dhana Setiawan, koordinator tim kesehatan, menyebut Ivandre dilarikan ke IGD karena merasakan sakit dan kepala pusing. “Dia mengaku sakit setelah bagian belakang kepalanya dipukul,” ujar Dhana.

Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta, menyebut kegiatan yang menghadirkan banyak orang di Champion Futsal Jalan Puncak Mandala ini, tidak mengantongi izin. “Tidak ada izin giat tersebut,” ujar Anang, yang memerintahkan anggota Polsek Sukun merapat ke lokasi usai menerima laporan kejadian.(fin/lim)

  • Editor : lim
  • Uploader : slatem
  • Penulis : fin
  • Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI