trial_mode: on

Pesantren Darul Faqih Tanamkan Paham Aswaja pada Santri

  • 18-07-2019 / 18:56 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Pesantren Darul Faqih Tanamkan Paham Aswaja pada Santri TEKUN: Pengasuh Pondok Pesantren Darul Faqih, Ustadz H. Faris Khoirul Anam,Lc., M.H.I., mengajarakan paham Ahlus Sunnah Wal Jamaah kepada para santrinya.

MALANG- Upaya memperkuat pemahaman santri terhadap agama Islam yang sesuai dengan ajaran Alquran dan As-Sunnah, serta sesuai dengan tuntunan ulama salafus shaleh, Pondok Pesantren Darul Faqih Jl. Gapura No.197, RT.18/RW.04, Krajan, Pandanlandung, Wagir, Kabupaten Malang mengajarkan pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) kepada para santrinya. Paham Ahlus Sunnah Wal Jamaah perlu dikuatkan kepada para santri mengingat saat ini banyak paham-paham radikal dan liberal yang menyimpang dari ajaran Islam.

Selain itu, pemahaman agama dengan paham ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah akan menyelamatkan para santri dari golongan-golongan ekstrimis yang suka menyalahkan dan menyesat-nyesatkan golongan lainnya. Dengan belajar Islam sesuai ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah, santri Pondok Pesantren Darul Faqih memiliki bekal serta pondasi yang kuat akan ilmu akidah, fikih maupun tasawuf dalam bimbingan ulama dan salafusshalih.

 

 

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Faqih, Ustadz H. Faris Khoirul Anam, Lc., M.H.I., menjelaskan salah satu ciri paham Ahlus Sunnah Wal Jamaah yaitu moderat. Dalam arti pemikiran ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah selalu menjadi jalan tengah di setiap pertentangan yang ada di tengah ummat Islam.

Ustadz Faris mengatakan, sejak zaman dulu pertentangan di kalangan ummat selalu ada. Di zaman Imam As-Syafi’i ada kelompok Islam yang pro dan kontra di bidang fikih. Yaitu  kelompok ahli ra’yi dan ahli hadits. Paradigma ahli ra’yi sangat rasionalis, sedangkan ahli hadits sangat tekstualis. “Dua paham ini kan tidak ketemu. Maka harus ada pihak yang menyatukan kontradiksi itu. Muncullah Imam As-Syafi’i, yang dikenal ummat Islam sebagai ulama yang moderat,” terangnya kepada Malang Post.

Demikian juga terjadi perselisihan dan perbedaan antara ulama di bidang akidah atau teologi. Ketika masa Imam Al-Asy’ari dan Imam Al-Maturidi muncul kelompok muktazilah dan muhaddits. Kelompok muktazilah dikenal sebagai kelompok rasionalis dan kelompok muhaddits dikenal tekstualis. Kehadiran Imam Al-Asy’ari dan Al-Maturidzi sebagai pihak ketiga menjadi jalan tengah antara kedua golongan tersebut. “Semangat moderatisme ini yang akan kami tanamkan kepada para santri. Sebab pro dan kontra itu pasti ada di setiap zaman,” ujar Ustadz Faris.

Adapun di bidang tasawuf, ulama moderat yang terkenal di kalangan Ummat Islam antara lain Imam Al-Ghazali, Al-Baghdadi dan Syeh Abdul Qodir Al-Jailani. Imam Al-Ghazali pada masanya berhasil menyatukan pemahaman kelompok yang hanya fikih saja dengan kelompok yang suluk.

Kelompok Suluk merupakan ummat yang menjalan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah tanpa memperhatikan ilmu fikih. Sebaliknya kelompok fikih hanya mementingkan ibadah lahiriyah tanpa memikirkan aspek ruhiyah atau hati. “Dua perbedaan ini dikemas cantik oleh Al-Imam Al-Ghazali, sehingga ummat Islam bisa mendekatkan diri kepada Allah dengan cara yang indah sesuai ajaran Rasulullah,” ungkapnya.

Menurut Dosen Universitas Negeri Malang ini,  ummat Islam sangat teruji untuk menyatukan kontradiksi yang ada di setiap zaman. Termasuk di zaman yang berkemajuan saat ini, pro kan kontar terjadi tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia media sosial. Baik di bidang akidah, fikih atau tasawuf.  “Maka harus ada pihak ketiga selaku pendamai dan sebagai mutusintesis. Ini yang kita tanamkan pada santri sebagai generasi moderat seutuhnya,” kata dia.

Meskipun para santri di Pondok Pesantren Darul Faqih masih muda di tingkatan sekolah menengah pertama, namun keilmuwan dan pemahaman akan Ahlus Sunnah Wal Jamaah telah ditanamakan. Harapannya jika pemahaman tersebut diajarkan sejak dini maka ilmu Ahlus Sunnah Wal Jamaah akan mengakar kuat . “Itulah yang kami inginkan, mencetak generasi yang moderat dalam menjalankan ajaran Islam serta menjadi ummat yang rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya. (imm/udi)

  • Editor : udi
  • Uploader : slatem
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI