1000 Startup Digital Satu Indonesia

Tim Solid, Tak Perlu Modal Besar

  • 18-07-2019 / 20:15 WIB
  • Kategori:Ekonomi, Techno
Tim Solid, Tak Perlu Modal Besar INSPIRATIF: Roadshow Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Satu Indonesia di Ngalup Coworking Space kemarin

MALANG - Mahasiswa memiliki peluang besar untuk mengembangkan startup. Tak jarang mereka yang kini berkecimpung dalam dunia digital tersebut mengawali karirnya sejak masih berstatus mahasiswa. Hal itulah yang diungkapkan oleh tiga pembicara dalam Roadshow Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Satu Indonesia, Kamis (18/7) di Ngalup Coworking Space.

Mereka adalah CEO Kampung Course, Danang Pamungkas, Senior UI/UX Deigner Kata.Ai, Tri Kurniawan dan Founder Hadstar.com, Faza Abadi. Mengangkat satu tema besar yakni Kenapa Harus Bikin Startup, ketiga pembicara memberikan pemaparan seputar perjalanan membangun startup digital hingga tips menjaga keberlanjutan bisnis tersebut.

Dikatakan oleh Founder Hadstar.com, Faza Abadi, ia mengawali Hadstra.com dari tiga permasalahan, yakni tidak banyak yang paham bagaimana membuat sebuah website, berapa waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya serta berapa harga yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan website tersebut.

"Melalui Hadstar.com inilah kami memberikan solusi, bahwa ingin belajar membuat website itu mudah. Hanya dalam satu jam sudah bisa memiliki website dan harga terjangkau hanya Rp 100 ribu sudah bisa menikmatinya selama 1 tahun. Kami fokus pada tiga permasalahan tersebut," ujar Faza.

Bergerak di bidang startup digital juga tidak ada ruginya lantaran dengan perkembangan teknologi banyak memberikan kemudahan. Terutama dalam memasarkan produk, dengan internet dan smartphone semua orang bisa menjangkau produk yang ditawarkan. "Pemasaran secara online juga menjangkau pasar yang lebih luas, dari Malang bisa dipasarkan ke Jakarta bahkan bisa ke luar negeri," tegasnya.

Potensi generasi muda Kota Malang dinilai oleh Senior UI/UX Deigner Kata.Ai, Tri Kurniawan sangat besar. Hanya saja sebagain besar dari mereka kurang paham bagaimana memulai dan mengembangkannya. Dilihat dari kemampuan riset mahasiswa juga tinggi bahkan banyak orang luar kota datang ke Malang untuk membuat startup.

"Untuk mengembangkan startup gali terlebih dahulu potensi diri yang dimiliki. Jangan lupa untuk membangun tim yang solid karena tim di sini sangat penting. Kolaborasi inilah yang nantinya bisa membuat bisnis kita berkembang, tetapi sebelumnya perlu untuk menyatukan pikiran menyelaraskan visi dan misi menjadi satu," terang Tri.

Dengan adanga Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Satu Indonesia ini diharapkan generasi muda lebih peka terhadap perkembangan teknologi saat ini. Membuka diri untuk berkolaborasi lantaran kerja sama bisa menghasilkan nilai lebih. Misalnya pelaku usaha kuliner bisa berkolaborasi dengan startup untuk memasarkan produknya secara online, menggandeng ahli desain untuk mempercantik kemasan agar produk tersebut laku dipasaran.

CEO Kampung Course, Danang Pamungkas menambahkan, untuk mengembangkan startup pada dasarnya tidak membutuhkan modal besar. Tidak seperti membangun restoran yang memerlukan biaya untuk tempat, bahan baku hingga gaji karyawan.

"Bahkan mungkin modal Rp 1 juta sudah bisa membuat startup. Ketika sudah berjalan sebaiknya jagalah kedekatan dengan customer maupun calon customer. Upayakan startup juga untuk membantu permasalahan mereka, kedekatan dengan customer sangat penting agar mereka memberikan feedback yang baik kepada kita," tandas Danang.

Roadshow Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Satu Indonesia ini bertujuan untuk memotivasi generasi muda untuk berperan mengembangkan startup. Berbasis teknologi inilah diharapkan permasalahan yang ada bisa mendapatkan solusi, berangkat dari masalah itulah juga berpeluang menjadi sebuah bisnis. (lin/lim)

  • Editor : lim
  • Uploader : slatem
  • Penulis : lin
  • Fotografer : MG

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI