PRSI Berburu 'Ratu Renang' Indonesia yang Hilang

  • 20-07-2019 / 14:05 WIB
  • Kategori:All Sport
PRSI Berburu 'Ratu Renang' Indonesia yang Hilang

MALANGPOSTONLINE.COM -  Adelia melepaskan senyum simpul di atas panggung yang dipersiapkan di GOR Renang Jatidiri, Semarang, Jumat (19/7) sore. Atlet renang 15 tahun itu baru saja merebut medali emas 50 meter gaya dada putri pada ajang ASEAN School Games 2019.

Adelia merupakan salah satu bibit renang putri terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Atlet 15 tahun itu diharapkan pelatih tim renang Indonesia di ASG 2019, Deni Wardeni, bisa mengembalikan prestasi renang putri Merah Putih. Setidaknya di level Asia Tenggara.

Sudah lama Indonesia tidak mampu merasakan gelar medali emas SEA Games dari nomor perorangan putri sejak Yessy Yosaputra menjadi yang terbaik pada 200 meter gaya punggung di SEA Games 2011. Sejak saat itu Indonesia paling banter merebut medali perak perorangan putri di SEA Games.

Deni tidak memungkiri mengeringnya prestasi renang putri Indonesia merupakan pekerjaan rumah terbesar yang harus diperbaiki. Sejak prestasi Yessy terakhir di SEA Games 2011, Indonesia sebenarnya memiliki bibit-bibit muda dengan talenta cukup apik. Namun, mereka akhirnya selalu gagal di level senior.

"Renang putra kita di Asia masih punya nama. Ada I Gede Siman Sudartawa yang pada kejuaraan dunia masih masuk 16 besar. Ketika di putri prestasi terlalu timpang, kami [PRSI] sudah membahasnya, putri ini terlalu timpang dengan kondisi saat ini," ujar Deni di sela ajang ASG 2019.

"Di putra kita punya Siman. Bahkan pada November 2018 lalu, di Tokyo Open, di mana Jepang merupakan kekuatan renang Asia, dia masih bisa meraih perak," sambung Deni dikutip dari CNN.

Adelia merupakan harapan terbaru bagi Indonesia untuk mendapatkan kembali Ratu Renang yang setidaknya bisa mengembalikan kejayaan Merah Putih di kawasan Asia Tenggara. Deni pun tidak memungkiri kalau siswi SMA 5 Cimahi itu punya masa depan yang bagus.

"Mudah-mudahan prestasi renang putri Indonesia bangkit, karena ini kita sudah punya bibit yang lumayan bagus. Ada beberapa pelatih kita juga memprediksi Adelia bisa berenang dengan bagus," ucap Deni.

Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) berharap Adelia bisa segera promosi ke tim senior. Tapi, Deni mengatakan bukan tugas mudah untuk menangani bibit-bibit muda, terutama atlet muda putri. Deni mengatakan penanganan bibit muda putri di cabang renang lebih sulit ketimbang putra.

"Perempuan ini lebih beda, beda dengan laki-laki. Kalau laki-laki dewasanya lebih cepat. Kalau senang dengan lawan jenis, dia sudah tahu konsekuensinya. Kalau perempuan ini masih kecil-kecil, dia yang penting masih senang-senang saja. Misalnya tiga minggu menjalani program, langsung hancur," ucap Deni.

Belum lagi soal makan. Kalau dia diajak makan pasangannya, makannya sembarangan, minum minuman bersoda. Ya, selesai. Itu yang menjadi kendalanya," sambung Deni.

Kendala lain yang menjadi masalah PRSI dalam mengembalikan prestasi renang putri Indonesia adalah soal pilihan hidup. PRSI sering terbentur keputusan atlet muda yang lebih memilih fokus ke pendidikan.

"Ada beberapa perenang kecil dengan talenta bagus, tapi lebih memilih sekolah. Nah, itu kembali lagi ke atlet. Sama halnya ketika saya pikir ada pengganti Triady Fauzi Sidiq, yakni Raymond Sumitra. Dia secara postur bagus, berenang bagus, bahkan ada pelatih kelas dunia memprediksi dia bisa meraih catatan bagus. Tapi dia lebih memilih sekolah, kuliah di Hong Kong karena mendapat beasiswa, sekarang sudah kerja. Sudah mati-matian kami tawarkan," ujar Deni.

"Sepuluh hari jelang seleksi Asian Games 2018, berenangnya masih drop, program diubah dikasih program jarak jauh untuk mengembalikan stamina. Dalam 10 hari dia lolos Asian Games dari nomor estafet. Latihan dua bulan dia lolos perorangan. Kalau mereka cenderung ke pendidikan, ya kami tidak bisa berbuat banyak, kami tidak bisa paksa. Karena kami tidak bisa menjamin mereka kehidupan ke depan seperti apa," ucap Deni. (har/jal/cnn/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : Yohan
  • Penulis : CNN
  • Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI