Hari Bhakti Adhyaksa 2019

Di Balik Penyelamatan Aset

  • 21-07-2019 / 00:29 WIB
  • Kategori:Malang
Di Balik Penyelamatan Aset Ujang Supriyadi SH MH.

JELANG Hari Bhakti Adhyaksa 2019, Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang mencatatkan inovasi baru dalam penyelamatan aset negara. Tim penyelamatan aset Kota Malang yang terdiri dari Pemkot Malang dan Kejari Malang berhasil mendata 68 aset prioritas dan memulihkan 35 di antaranya.

Selain Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Malang, Amran Lakoni SH MH yang berperan sebagai komando tim dari para jaksa, nama Kasi Pidsus Kejari Malang, Ujang Supriyadi SH MH pun muncul. Ujang, sukses melaksanakan instruksi atasannya mewujudkan penyelamatan aset Kota Malang dengan inovasi.

Sosok Ujang ramah dan santai. Di balik keangkeran jabatan Kasi Pidana Khusus (Pidsus)

yang ditakuti koruptor, pria kelahiran Cirebon Jawa Barat itu memiliki pembawaan luwes. “Ya memang jabatan Kasi Pidsus itu dikenal represif dan angker. Tapi, atas petunjuk Pak Kajari, kami harus antisipatif dan preventif, tak hanya represif,” kata Ujang. Bagaimanapun, jaksa juga manusia. Keluarga menjadi motivasi utamanya untuk bekerja dan berinovasi. Karena tugas, Ujang harus jauh dari anak istrinya.

Sebagai obat rindu, dia menaruh foto anak istrinya di meja kerja. Istrinya, Yulia Rahmawati serta dua anaknya, Muhammad Akmal dan Aqila Zulfaulia, berada di Jawa Barat. Selepas kerja, demi mengisi waktu saat jauh dari keluarga, Ujang menggilai olahraga.

Terutama, sepak bola. “Kalau olahraga, saya hampir semua. Jogging, tenis meja, voli, dan tentu saja sepak bola. Saya paling suka nonton sepak bola Indonesia,” ujar Ujang. Di luar keluarga dan hobi, Ujang sosok yang fokus dan memanfaatkan waktunya sebaik mungkin dalam menjalankan tugasnya.

Tak terkecuali, tugas penyelamatan aset Pemkot Malang. “Jadi, instruksi dari Pak Kajari, kami harus membuat inovasi dalam persoalan aset pemerintah daerah. Contohnya di Kota Malang, ada ribuan aset yang jadi permasalahan rumit, karena dikuasai dan dimiliki perseorangan atau badan hukum. Kami ada ide, bikin tim pemulihan aset,” paparnya.

Setelah mendapat lampu hijau dari Kajari Malang dan persetujuan Wali Kota Malang, tim pemulihan dibentuk. Terdiri dari BPKAD, BPN, serta Kejari Kota Malang. Ujang berinovasi lewat beberapa tahapan penyelamatan aset pemerintah daerah. Pertama, melakukan inventaris aset Pemkot Malang, yang akhirnya ditemukan ribuan aset.

Untuk menelusuri aset ini, dia bersama tim, bertemu dengan BPN dan BPKAD. Lalu meneliti ribuan data aset Pemkot Malang. Selama berbulan-bulan, tim pemulihan aset, membolak-balik berkas BPKAD dan BPN, membandingkan data, dan mendapatkan temuan-temuan. Akhirnya, dari ribuan aset tersebut, pria kelahiran 2 Januari 1979 ini membangun data prioritas pemulihan aset.

“Aset Pemkot dialihkan jadi tempat ibadah, tempat sosial, serta milik pribadi tapi luasnya kecil, dikesampingkan dulu. Prioritasnya, aset Pemkot dengan luasan besar, dan dimiliki individu dan badan hukum, jumlahnya ada sekitar 68 aset. Inilah yang harus dipulihkan jadi milik Pemkot Malang,” jelasnya.

Dari 68 bidang aset, tim pemulihan aset Pemkot Malang sudah berhasil memulihkan sekitar 35 aset. Akhirnya, dalam launching pemulihan aset Pemprov Jatim, Kamis (18/7) lalu, Kejari Malang, menerima apresiasi. Sebab sudah memulai inovasi baru, belum pernah ada sebelumnya di Indonesia.

Jelang peringatan Hari Bhakti Adhyaksa, Ujang berdoa agar kejaksaan semakin profesional, dan tidak gentar dalam memberantas kejahatan serta menghukum para pelaku kejahatan sesuai undang-undang yang berlaku. Selain itu sebagai Kasi Pidsus, ia berdoa, agar tiba era di mana tindak pidana korupsi di Indonesia bisa berakhir.

“Harapannya, terobosan ini jadi langkah preventif. Bahwa kami tidak hanya represif, tapi juga bisa bertindak antisipatif sebelum kejahatan korupsi terjadi. Bagi kami, keberhasilan utama bukan tangani perkara korupsi besar, tapi sukses edukasi supaya tak ada korupsi lagi,” pungkasnya. (fin/van)

  • Editor : van
  • Uploader : abdi
  • Penulis : fin
  • Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI