Bleyer-bleyer Gas Motor, Ditegur, Pemuda Mabuk Celurit Remaja Tumpang

  • 21-07-2019 / 13:48 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Bleyer-bleyer Gas Motor, Ditegur, Pemuda Mabuk Celurit Remaja Tumpang Tersangka Siswanto ketika diamankan di Mapolsek Tumpang (foto kanan). Dan korban ketika yang mengalami luka bacok.

 

MALANG - Berlagak sok jagoan, Siswanto, 31, harus berurusan dengan hukum. Warga Dusun Purboyo, Desa Purwosekar, Tajinan ini, ditangkap petugas Reskrim Polsek Tumpang, Minggu (21/7) dini hari. Ia dibekuk karena melakukan penganiayaan.

Korbannya adalah Moch Faisal, 17, warga Jalan Sari Jaya, Dusun Krajan, Desa Kidal, Tumpang. Pelajar SMK ini dibacok menggunakan celurit. Akibatnya korban menderita luka bacok di kepala serta punggungnya.

"Tersangka kami tangkap di lokasi kejadian. Kasusnya masih kami kembangkan karena ada temannya yang belum tertangkap," ujar Kanitreskrim Polsek Tumpang, Ipda Sigit Hernadi.
Informasi yang diperoleh, aksi penganiayaan terjadi di Dusun Krajan, Desa Kidal, Tumpang, sekitar pukul 01.00. Peristiwanya terjadi saat ada pertunjukkan kuda lumping.

Ceritanya, dini hari itu korban sedang melihat hiburan kuda lumping. Sembari nonton, korban juga menjaga area parkiran motor. Ketika sedang nongkrong inilah, datang tersangka bersama temannya berboncengan sepeda motor.

ersangka melaju dengan kecepatan sedang. Dalam kondisi mabuk minuman keras, tersangka dan temannya memainkan gas motor. Korban serta warga yang merasa terganggu, lantas menegurnya.

Ketika ditegur, tersangka bukannya meminta maaf dan mengakui kesalahan. Sebaliknya, malah menantang korban dan warga. Dengan mengeluarkan sebilah celurit, tersangka menghampiri korban.

Selanjutnya, menyabetkan senjata tajam ke arah korban hingga melukai kepala dan punggungnya. Warga sekitar yang melihat, lantas merebut senjata tersangka. Warga juga langsung menangkap tersangka bersama petugas yang berjaga.

Sedangkan temannya, yang melihat tersangka diamankan memilih kabur. "Tersangka kami jerat dengan pasal 2 ayat 1 Undang undang Darurat nomor 12 tahun 1951 Jo pasal  76C Undang-undang 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undan-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak," jelas mantan Kanitreskrim Polsek Bantur. (agp/lim)

  • Editor : lim
  • Uploader : irawan
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI