Dinsos Kota Malang Beri Pembinaan Masyarakat Melalui Liponsos

  • 21-07-2019 / 19:11 WIB
  • Kategori:Malang
Dinsos Kota Malang Beri Pembinaan Masyarakat Melalui Liponsos

MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus melakukan upaya untuk melakukan penanganan terhadap anak jalanan. Melalui Dinas Sosial (Dinsos), puluhan anak jalanan, gelandangan dan pengemis (gepeng) diberikan pembinaan dan pelatihan khusus di Desaku Menanti yang terletak di kawasan Dusun Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kota Malang.

Plt Kepala Dinsos Kota Malang, Peni Indriyani mengungkapkan, sejauh ini, pihaknya mencatat ada sekitar 34 KK yang mengikuti pelatihan di Desaku Menanti. “Rata-rata, mereka dulu merupakan gepeng yang ada di jalanan. Kemudian kami tampung disana untuk diberi pembinaan,” terang dia.

Lebih lanjut, Peni menerangkan, ada banyak kegiatan yang dilakukam, salah satunya adalah memberikan pelatihan pembuatan produk olahan tempe. Pelatihan tersebut melibatkan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). "Mereka diajarkan pembuatan kripik tempe juga, yang penting saat ini fokus kita masyarakat di desaku menanti itu bisa dulu," ujar dia.

Dengan mendapatkan pelatihan tersebut, para anggota yang ada bisa mendapatkan tambahan kemampuan dan bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dijual."Sehingga ada penghasilan tambahan bagi penduduk yang dibina di Desaku Menanti itu kedepan," papar dia.

Namun, sejauh ini, pihaknya masih perlu bekerja keras untuk merubah mindset para mantan gepeng untuk tidak kembali mengemis. “Ubah mindsetnya susah sekali. Kebanyakan, mindsetnya ingin kembali jadi pengemis. Kami ubah itu (mindestnya) dulu,” tegas dia.

Dalam melakukan pembinaan tersebut, pihaknya menargetkan, para anggota yang ada bisa lulus dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Sehingga, sudah tidak ada lagi yang kembali ke profesi lamanya. Namun, bisa memiliki pekerjaan maupun usaha yang lebih layak. "Target saya 3 tahun itu sudah bisa keluar dari situ. Biar bisa gantian dengan gelandangan lainnya yang masuk untuk dibina. Kita harapkan jufa mereka kedepan memiliki pekerjaan layak, juga bisa sewa di rumah susun dan tidak kembali mengemis lagi," pungkas dia.

Pada kesempatan tersebut, Peni menambahkan, dari 34 KK yang sudah terdaftar, sudah ada sekitar 20 KK yang berhasil merubah mindsetnya dan mengembangkan keahlian baru yang dimilikinya. “Sudah ada 20 KK yang sudah jadi. Namun, kami belum pernah mengukur seberapa banyak penghasilannya setelah mendapatkan pelatihan dari kami,” tandas dia.

Selain mendapatkan bimbingan berupa keahlian tambahan, para anggota juga mendapatkan pembinaan mental, jasmani dan keagamaan. Serta, juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara rutin.(tea)

  • Editor : tea
  • Uploader : Yohan
  • Penulis : tea
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI