Cabup-Cawabup Malang

Krisdayanti dan Muhadjir Effendy Kekuatan Baru

  • 22-07-2019 / 00:06 WIB
  • Kategori:Malang, Kabupaten, Nasional
Krisdayanti dan Muhadjir Effendy Kekuatan Baru Krisdayanti dan Muhadjir Effendy

Pakar Politik Universitas Brawijaya (UB) Wawan Sobari menjelaskan bahwa kekuatan politik di Kabupaten Malang masih didominasi oleh petahana yakni Plt. Bupati Malang, H. M. Sanusi. Menurutnya, saat ini masih belum ada yang melampaui popularitas Sanusi. Namun, ada nama baru yang berpotensi menggusur dominasinya.

"Setiap aktivitas Pak Sanusi yang dipublikasi oleh media, membuatnya makin populer di kalangan masyarakat," sebutnya saat dihubungi oleh Malang Post ketika sedang menjalani training di San Fransisco, Amerika Serikat.

Nama-nama lain seperti Didik Gatot Subroto (PDIP) atau Kresna Dewanata Prosakh (NasDem) menurutnya juga masih belum bisa menyaingi Sanusi. Sedang nama tokoh nasional seperti Muhadjir Effendy dan Krisdayanti jika benar akan maju baru akan berpotensi besar menjadi kekuatan politik baru.

"Belum ada survei terkait ini, jadi indikator paling mudah ya dari popularitasnya. Sanusi masih urutan pertama, potensi selanjutnya baru tokoh nasional seperti Muhadjir atau Krisdayanti jika benar mau maju," lanjutnya.

Namun demikian, Wawan menyampaikan bahwa jika sebelum Pilkada ini, tokoh-tokoh lain yang disebutkan itu mulai berupaya mengenalkan diri ke masyarakat Kabupaten Malang, mungkin potensinya akan berubah semakin besar.

Lebih lanjut dijelaskannya, kekuatan politik di Kab Malang tak mudah diprediksi. Wilayah Kabupaten Malang sendiri sangat luas, sehingga tipikal pemilihnya sangat beragam. Hal itu membuat kecenderungan pemilihan tokoh juga cukup sulit diperkirakan. Namun ia menyebut, kekuatan Pilkada kali ini bisa dilihat dari peta politik pileg April lalu.

"Mungkin gambarannya masih bisa dilihat pada peta Pileg lalu," tandasnya.

Kemudian Wawan menyampaikan bahwa selain potensi tokoh yang maju, potensi koalisi antar parpol kali ini juga tak mudah diperkirakan. Sebagai kendaraan politik, koalisi parpol bergantung besar pada tokoh yang nantinya akan diusung.

Sementara itu, nama sejumlah akademisi seperti Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, MS, Prof. Dr. M. Mas'ud Said, MM, hingga Nurcholis Sunuyeko menurut Wawan juga masih belum memilki potensi besar. Tapi waktu menjelang Pilkada ini mungkin saja merubah keadaan.(mg3/ary)

Editor : Ary
Uploader : abdi
Penulis : asa
Fotografer : ya

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU