Tokoh Lokal Bersaing dengan Tokoh Nasional

Kejutan Pilbup Malang 2020

  • 22-07-2019 / 00:09 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Kejutan Pilbup Malang 2020

PKB Pasti Usung Calon Sendiri, PDIP Pasang Kader dan Non Parlemen

MALANG-Peta Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Malang, sudah terbuka. Sejumlah partai politik (Parpol) besar, mulai merancang strategi dan menjaring nama yang bakal diusung. Ada kejutan dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020 nanti. Muncul nama-nama baru yang ternyata sinkron dengan yang dijaring oleh tim Redaksi Malang Post.

Ya dari daftar nama tokoh yang berhasil dijaring, muncul banyak tokoh muda, tokoh nasional, pengusaha, akademisi serta dari kalangan tokoh perempuan. Sejumlah nama memang sesuai dengan calon yang diincar oleh Parpol.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) misalnya, mengaku sudah ada beberapa pandangan nama yang bakal maju. Salah satunya adalah incumbent, Drs. H. M. Sanusi, yang diakui memiliki sinyal dan peluang besar untuk kembali dicalonkan.

"Incumbent memang ada peluang lebih besar. Tetapi itupun tetap menunggu hasil riset dari DPP PKB," ujar Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad.

Gus Ali, sapaan akrabnya mengatakan, bahwa khusus Pilkada 2020 nanti penentuan calon langsung dihandel DPP. Semua keputusan berada di DPP. DPC PKB Kabupaten Malang, hanya pelaksana saja dan mengikuti yang sudah dianalisis oleh DPP PKB.

"Yang jelas dari PKB akan mengusung calon untuk N1 (bupati). Kriteria calon tentunya adalah kader NU. Memiliki popularitas dan elektabilitas serta bisa diterima masyarakat. Tentunya juga memiliki integritas dan pengalaman di pemerintahan," terangnya.

Bagaimana dengan nama calon lain selain incumbent?. Gus Ali mengatakan, bahwa semuanya bisa terjadi. Dan keputusannya tetap pada kewenangan DPP.

"Calon lain (Seperti Hasan Abadi, Rektor Unira Kepanjen dan Hj. Lathifah Shohib, kader PKB, Red) adalah yang muncul di media. Namun mereka masih belum bertemu dan berkomunikasi dengan partai. Tetapi nantinya tetap akan diukur bagaimana kekuatan di lapangan, dan keputusan tetap kembali pada DPP," jelasnya.

Disinggung soal dirinya sendiri?. Gus Ali, mengaku memang diminta banyak orang untuk maju. Dia hanya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP, kalau memang amanat akan dijalankan. Tetapi pilihannya tetap ingin menjadi anggota DPR RI.

Lantas soal koalisi, menurutnya bahwa PKB akan berupaya merangkul semua partai. Meskipun PKB dengan perolehan 12 kursi di DPRD Kabupaten Malang, sudah bisa berangkat sendiri. PKB tetap akan membuka peluang dan pintu untuk berkoalisi dengan Parpol lain.

"Untuk koalisi, kami akan mencari Parpol yang sama memiliki perform dan dihitung kalkulasi suara di lapangan. Sekarang sedang dalam tahap penjajakan. Insya Allah pertengahan Agustus nanti, sudah ada penentuan arahnya kemana," pungkasnya.

Begitu juga dengan PDI Perjuangan Kabupaten Malang. Meskipun dengan perolehan 12 kursi dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) bisa mengusulkan nama calon sendiri, namun juga membuka peluang dan pintu untuk berkoalisi dengan Parpol lainnya.

"Terkait koalisi masih dalam proses pembahasan internal. Bisa saja berangkat sendiri ataupun koalisi, tergantung bagaimana komunikasi dengan Parpol lain. Dan PDIP tidak menutup kemungkinan membuka pintu untuk koalisi," tegas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Darmadi.

Ditegaskannya, bahwa dalam Pilkada 2020 nanti, PDI Perjuangan Kabupaten Malang tetap menargetkan untuk mengusung calon N1. Hanya saja siapa nama calon, sedang dalam proses pembahasan. Beberapa nama sudah dalam penjaringan. Ada calon nama dari kader PDIP ataupun dari luar (parlemen).

"Namun siapa calonnya, kami belum bisa sampaikan karena sedang proses pembahasan. Pastinya sudah ada beberapa nama," ucapnya.

Disinggung nama Krisdayanti (KD), karena perolehan suara dalam Pileg lalu mengejutkan, Darmadi mengaku memang ada kemungkinan. Bahkan, dalam daftar nama calon penjaringan, ada nama KD yang masuk dalam catatan untuk dipertimbangkan.

"Begitu juga dengan calon N2 (Wakil Bupati), nantinya dari beberapa nama yang terjaring juga bisa menjadi N1 serta N2. Atau nantinya N2 bisa dari Parpol lain, yang sedang dalam pembahasan internal dan menunggu keputusan DPP," urainya.

Soal kriteria calon, harus memiliki kualitas dan kapabilitas untuk memimpin Kabupaten Malang yang luas. Sekaligus harus bisa membawa kemajuan Kabupaten Malang.

 

Golkar Usung Siadi, Gerindra Siapkan Moreno

 

Sementara, Partai Golkar juga menginginkan untuk mengusung nama calon menjadi N1. Hanya saja, untuk maju dengan mengusung calon sendiri, DPD Partai Golkar Kabupaten Malang harus berkoalisi dengan Parpol lain. Pasalnya, perolehan kursi dalam Pileg lalu hanya mendapat 8 kursi. Sedangkan persyaratan untuk mengusung calon sendiri harus mendapat 10 kursi di DPRD Kabupaten Malang.

"Pastinya kami ingin mengusung calon sendiri untuk maju N1. Dengan siapa nantinya berkoalisi, masih akan berkoordinasi atau berkomunikasi dengan partai lain," jelas Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, Sudarman, SP,d.

Lebih lanjut, Parpol lain yang digandeng untuk berkoalisi, tentunya harus memiliki pandangan politik sama. Termasuk memiliki visi dan misi yang sama.

Lantas siapa calon yang akan diusung?. Sudarman mengatakan, bahwa nama Siadi, yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, terpilih layak untuk dicalonkan. Alasannya selain kenyang pengalaman, juga merupakan kader terbaik di DPD Partai Golkar.

"Pak Siadi adalah kader terbaik. Dia juga memiliki banyak pengalaman politik di Kabupaten Malang. Sekaligus paham dengan kondisi dan kultur wilayah Kabupaten Malang," bebernya.

Bagaimana dengan tokoh lain, seperti Peni Suparto (tokoh politik). Sudarman menyebut bahwa peluang itu masih terbuka. Karena keputusan penentuan calon dalam Pilkada 2020 nanti tetap berada di DPP Partai Golkar.

Parpol di Kabupaten Malang lainnya memang sudah melakukan penjajakan. Partai Gerindra salah satunya. Partai pemenang Pileg ke dua tahun 2019 ini sudah melakukan penjajakan dengan partai lain, untuk melakukan komunikasi politik. Hal ini dikatakan oleh Ketua DPC Partai Gerindra, Chusni Mubarok SH. MM.

Dihubungi Malang Post, Chusni mengatakan, sudah melakukan penjajakan dengan partai lain.Komunikasi politik dilakukan, sebagai persiapan untuk menjalin koalisi. Chusni mengatakan, jika di Kabupaten Malang, Partai Gerindra tidak bisa mengusung sendiri calonnya. Dibutuhkan koalisi dengan partai lain sebagai syarat untuk dapat mengusung calon.

”Nah ini. Koalisi adalah bagian dari syarat untuk mengusung calon kepala daerah bagi partai dengan jumlah kursi yang kurang. Tentunya kami juga harus realistis. Sehingga butuh berkoalisi dengan partai lain, dan saat ini kami melakukan penjajakan dengan partai-partai lain,’’ urainya.

Chusni juga mengatakan, jika pihaknya cukup terbuka dengan partai manapun. Ia sendiri mengaku jika partainya sangat siap menyongsong Pilkada Kabupaten Malang 2020 mendatang. Bahkan partainya juga akan berpartisipasi aktif, dalam pelaksanaan Pilkada 2020 Kabupaten Malang mendatang.

”Target kami adalah menang,’’ ungkapnya.

Tidak hanya melakukan penjajakan dengan Parpol lain. Chusni juga melakukan pembenahan di internal partai. Pemilu 2019 lalu, menjadi acuan pihaknya untuk evaluasi. Dia tak menampik saat Pemilu 2019 lalu, banyak sekali kekurangan yang harus diperbaiki. Chusni menegaskan, tak menutup kemungkinan, partainya melakukan koalisi dengan parpol seperti Pilkada tahun 2015 lalu.

”Bisa jadi. Tapi tidak boleh dipungkiri, bahwa dinamika politik dulu dan sekarang sudah berbeda. Dan ini terus kami pelajari. Intinya, kami akan berkoalisi dengan parpol yang memiliki tujuan sama dengan kami, yaitu membangun Kabupaten Malang lebih baik,’’ tambahnya.

Disinggung dengan tokoh yang diusung? Chusni mengatakan di internalnya banyak tokoh yang layak menjadi pemimpin. Dia pun menyebutkan nama Moreno Suprapto sebagai tokoh yang bisa diusung sebagai calon Bupati, saat Pilbup 2020 mendatang.

”Saya, pak Moreno dan kader-kader Partai Gerindra sangat banyak. Bisa dicalonkan,’’ ungkapnya. 

Ditanya sosok pemimpin yang layak? Chusni mengatakan, adalah pemimpin yang memiliki sikap political will. Yaitu pemimpin yang memiliki kehendak politik yang baik, dan mau bekerja untuk masyarakat, serta mensejahterakan masyarakat.

”Masyarakat Kabupaten Malang ini sudah bagus, persuasif, dan mudah untuk diajak membangun. SDM di Kabupaten Malang ini sudah lengkap. Tinggal pemimpinnya. Yang dibutuhkan ya itu, pemimpin yang memiliki sikap political will,’’ ungkapnya.

Chusni juga mengharamkan pemimpin yang berangkat dari Parpol kemudian lebih mementingkan parpolnya. Dikatakan Chusni, jika Bupati itu berangkat dari Parpol, saat jadi nanti mereka adalah milik masyarakat, bukan lagi milik parpol. Dan penekanan ini juga yang disampaikan Chusni kepada para kadernya.

Terpisah, penjajakan juga dilakukan Partai Demokrat. Meskipun hasil Pileg tahun 2019 lalu sangat menurun, tapi partai dengan lambang mercy ini tetap berperan aktif dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020 mendatang.

”Kami sudah melakukan penjajakan, sudah melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai lain. Tapi

  • Editor : ary
  • Uploader : hargodd
  • Penulis : agp
  • Fotografer : -

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI