Hasil Evaluasi, Arema Hilang Konsentrasi saat Laga Terhenti

  • 23-07-2019 / 00:06 WIB
  • Kategori:Arema
Hasil Evaluasi, Arema Hilang Konsentrasi saat Laga Terhenti

MALANG - Kekalahan Arema FC atas Madura United masih menyisakan evaluasi tersendiri. Beberapa faktor dianggap menggagalkan ambisi Arema mendapatkan poin di kandang Laskar Sape Kerrab, tak terkecuali laga yang dihentikan ketika nyanyian rasis dari suporter tuan rumah terdengar kencang.

Hal ini menganggu konsentrasi Alfarizi dkk, sehingga kehilangan momentum mempertahankan permainan yang bagus di babak pertama dan 10 hingga 15 menit babak kedua. 

Dalam regulasi Liga 1 musim ini, wasit diperkenankan menghentikan pertandingan bila suara atau nyanyian suporter mengarah ke ujaran kebencian hingga mengganggu jalannya pertandingan. Keputusan itu tertuang dalam surat edaran ke-7 PSSI tanggal 8 Oktober 2018.

Wasit berhak untuk menghentikan sementara permainan, pertandingan sepak bola saat adanya nyanyian dan/atau koreografi oleh suporter yang mengandung unsur SARA, pesan politik dan penghinaan (melecehkan).

"Ya itu tidak bagus dan mengganggu. Sebab, kami ada dalam momentum bagus saat itu," ujar Pelatih Arema, Milomir Seslija.

Menurut dia, ketika timnya dalam kondisi yang bagus, tiba-tiba laga terhenti. Tentu saja membuat pemain harus memulai kembali semangat mereka yang mulai 'panas' sebelumnya. 

Tidak hanya itu, pelatih dengan sapaan akrab Milo itu tidak menutup kemungkinan, saat laga terhenti, konsentrasi pemain terganggu. Sehingga, begitu laga kembali dilanjutkan, Arema kebobolan tidak berselang lama. 

"Saya rasa kami juga kehilangan momentum ketika pertandingan terhenti," papar dia.

Ia berharap tidak ada dukungan yang bernada negatif. Sebab, menurutnya, suporter bisa memberikan dukungan kepada timnya dengan lebih positif dan tidak sampai laga terhenti. 

Arema sendiri sudah dua kali mengalami kejadian laga terhenti yang keduanya berujung kekalahan. Pertama ketika pembukaan Liga 1 2019 melawan PSS Sleman.

Dalam kedudukan imbang 1-1, laga harus terhenti nyaris satu jam. Ketika kembali bertanding, kala itu konsentrasi pemain dianggap hilang dan Arema pun harus kalah dengan skor 1-2. 

Sementara itu, menurut Pelatih Madura United, nyanyian dari suporter MU itu bukan rasis, tapi memang tidak bagus secara asas fair play. 

"Nyanyian mereka itu bukan rasis. Kalau rasis, mereka lempar pisang kepada (pemain) yang beda warna (kulit). Tapi lebih tepatnya, tidak fair play. Ya, saya juga tidak setuju jika ada nyanyian seperti itu kepada tim lawan," sebutnya. (ley/bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : ley
Fotografer : ley

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU