Jalur Mandiri, UIN Malang Hanya Terapkan Dua Kelompok Ujian

  • 23-07-2019 / 20:46 WIB
  • Kategori:Kampus
Jalur Mandiri, UIN Malang Hanya Terapkan Dua Kelompok Ujian Seleksi jalur mandiri tahun ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hanya terapkan dua kelompok ujian IPA dan IPS.

MALANG-Seleksi jalur mandiri tahun ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hanya terapkan dua kelompok ujian IPA dan IPS. Tahun sebelumnya perguruan tinggi Islam tersebut masih menyediakan kelompok ujian Ilmu Pengetahuan Campuran (IPC), namun tahun ini duputuskan hanya menjadi dua kelompok ujian yang disertai jalur prestasi.

"Perbedaan dengan tahun lalu, jalur mandiri sekarang sudah tidak ada IPC. Jadi hanya IPA sama IPS dan prestasi," terang Kabag Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Hilmy, S.H.

Tes jalur mandiri yang diadakan Selasa (23/7), diikuti oleh 5.601 peserta. Terdiri dari 2.395 peserta IPA, 2.977 peserta IPS, 94 peserta prestasi tahfidz, 17 peserta prestasi kesenian, 83 peserta olahraga, peserta prestasi kademik 29, serta 6 peserta dari luar negeri. Sedang hasil tes akan diumumkan pada 26 Juli.

Sementara itu, terdapat 936 peserta mengikuti ujian jalur mandiri UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk masuk prodi Pendidikan Kedokteran yang kuotanya hanya sejumlah 50 kursi. Dengan jumlah tersebut menjadikan prodi Pendidikan Kedokteran paling diminati di antara prodi lain di UIN.

Pada Prodi Kedokteran, para peserta diwajibkan melampirkan nilai UTBK sebagai tambahan pertimbangan selain hasil nilai tes. "Prodi kedokteran yang sudah memasuki tahun ketiga paling banyak peminatnya, untuk jalur mandiri harus melampirkan nilai UTBK," lanjutnya.

Lebih lanjut, terkait biaya kuliah jalur mansiri di UIN Malang, tidak berbeda dengan ketentuan pembiayaan pada jalur reguler. Pembiayaan ditetapkan dalam Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun 2019/2020. Besarannya digolongkan dalam tujuh kategori.

"Kalau besaran biaya mandiri sama dengan jalur lainnya, terdiri dari UKT dan biaya Ma'had," imbuhnya.

Kategori pertama UKT untuk semua prodi yakni Rp. 400 ribu. Sedang kategori ketujuh atau kategori tertinggi berada pada prodi Pendidikan Kedokteran yang mencapai Rp. 26.602 juta. Kategori didasarkan pada penghasilan dari orang tua

Sementara itu, untuk biaya pengembangan kelembagaan dan pendidikan Ma'had UIN menentukan besaran biaya sebesar Rp 7.5 juta untuk non prodi Kedokteran dan Rp. 10 juta untuk prodi Kedokteran. Untuk non prodi kedokteran hanya dibayarkan untuk satu tahun, sedang untuk prodi Kedokteran dibayarkan per tahun dalam kurun dua tahun. Sebab mahasiswa Kedokteran harus tinggal di Ma'had selama dua tahun.(Mg3)

  • Editor : Inasa
  • Uploader : slatem
  • Penulis : Inasa
  • Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI