Pembakar Hutan Diamankan

  • 23-07-2019 / 21:40 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal, Batu
Pembakar Hutan Diamankan DIAMANKAN: Ahmad Zaenal diamankan petugas dan kini mendekam diruang tahanan Polres Batu.

BATU - Petugas gabungan dari Perhutani, Polres Batu dan relawan berhasil menangkap basah terduga pembakaran hutan Perhutani di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Selasa (23/7) malam. Kini terduka pembakaran hutanyang juga masih berada di lereng Gunung Panderman tersebut langsung digiring ke Mapolres Batu.

Terduga pelaku adalah Ahmad Zaenal, 33 tahun asal Jalan Dewi Sartika, RT 4 RW 9, Kelurahan Temas, Kecamatan Baty, Kota Batu. Dia langsung langsung oleh petugas di lokasi dekat pembakaran.

Informasi yang berhasil dihimpun Malang Post, motif pembakaran pelaku adalah membuka lahan. Tepatnya hutan tersebut berada di Selatan Coban Putri petak 219 dengan koordinat -7.91613889, 112.533611. Diduga, dia telah melakukan aksi pembakaran sejak pukul 15.00, Selasa (23/7) sore. Dia terlebih dahulu mengumpulkan bahan bakar berupa sampah dan kemudian melakukan pembakaran.

Saat kawasan hutan dibakar, kobaran api terlihat tim gabungan yang tengah melakukan pemadaman di hutan Gunung Panderman. Melihat hal tersebut, tim gabungan langsung menuju lokasi dan mengamankan terduga pelaku. Akibat pembakaran Ahmad Zaenal, akan dituntut tuduhan perambahan tanpa izin dan pembakaran hutan.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo mengatakan, pihaknya membenarkan telah menerima penyerahan terduga pembakaran dari Perhutani. "Memang benar, kami menerima terduga pelaku pembakaran di lahan Perhutani Desa Tlekung. Lebih lanjut, kami akan melakukan pendalaman apakah terduga pelaku memang sengaja atau tidak," bebernya.

Saat ditanya adakah keterlibatan terduga pelaku pembakaran Coban Putri dengan pembakaran hutan di Gunung Panderman yang menyebabkan puluhan hektar terbakar, pihaknya masih belum bisa memastikan. ‘’Belum bisa dipastikan. Kami akan terus melakukan pemeriksaan secara intensif,’’ tegas dia. 

Sedangkan kebakaran hutan di lereng Gunung Panderman yang terjadi sejak pukul 20.30 WIB, Minggu (22/7) malam di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu mencapai sekitar 70 hektar. Hingga siang kemarin, 250 personil gabungan dikerahkan untuk pemadaman.

Pemberangkatan personil dilakukan pukul 08.30 WIB oleh Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si. Meski diketahui kobaran api dan asap yang ditimbulkan semakin mengecil, tapi upaya sekat terus dilakukan.

Wali Kota Batu, Dra Dewanti Rumpoko MSi mengatakan, pihaknya menargetkan api dapat dipadamkan total. Itu setelah melihat kondiai api yang makin mengecil

"Sudah lihat dari gedung DPRD. Apinya sudah tak seperti hari pertama. Artinya upaya tim gabungan dalam melakukan pemadaman ada hasilnya," ujar Dewanti kepada Malang Post, Selasa (23/7) kemarin.

Lebih lanjut, Dewanti menegaskan upaya tenaga, daya dan fasilitas telah dikerahkan. Sehingga Kota Batu tak perlu menurunkan water boom. "Danlanud menawarkan operasi water boom jika api semakin besar. Alhamdulilah, apisemakin mengecil," tegasnya.

Sementara itu Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim menambahkan, tim yang diberangkatkan terbagi pada tiga titik api. Tim I di Parang Putih, Tim II Bon Klerek dan Tim III di Bon Tutup.

Dari tiga titik tersebut, lahan terbakar hingga sekitar 65 hektar dari luas hutan Gunung Panderman 164,4 hektar. Sesuai rencana, 250 tim gabungan dengan target setiap orang mampu membuat sekat bakar 10 meter persegi.

Rochim menegaskan, kebakaran yang terjadi tiga hari ini karena faktor alam. Titik lokasi awal kebakaran berada di lereng gunung dengan kemiringan mencapai 90 derajat.

Untuk mengupayakan penghijuan kembali di lahan yang terbakar, ungkap Rochim, tidak akan dilakukan. Itu karena daerah tersebut berada di lereng gunung sehingga penghijauan hanya mengandalkan faktor alam pada musim hujan. (eri/feb)

  • Editor : feb
  • Uploader : slatem
  • Penulis : eri
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI