Bedah Peluang dan Filosofi Bisnis Bersama BPC HIPMI Kota Malang (2)

Jangan Terlalu Banyak Pertimbangan, Dengarlah Indra Bisnis

  • 23-07-2019 / 23:21 WIB
  • Kategori:Malang
Jangan Terlalu Banyak Pertimbangan, Dengarlah Indra Bisnis ULASAN: Diskusi Malang Post bersama BPC HIPMI Kota Malang mengulas tentang perkembangan berbagai sektor bisnis di Malang.

BISNIS itu dinamis. Dipengaruhi berbagai variabel sebagai penentu. Menekuni usaha sebaiknya jangan abaikan indra bisnis. Biasanya muncul dalam situasi yang tak terduga dalam setiap rutinitas.

Hal ini terungkap dalam diskusi Malang Post bersama Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang, Senin (22/7). Diskusi yang dipimpin Direktur sekaligus Pemred Malang Post, Dewi Yuhana itu mengulasnya secara detail. Ketua BPC HIPMI Kota Malang, Richdjoe dan pengurusnya pun antusias dalam diskusi yang berlangsung di Graha Malang Post itu. 

Owner Nakamse’ (sebelumnya tertulis Nakam Sek), Fathir Ibnu Fajar mengungkapkan, sejauh ini, pertumbuhan bisnis kuliner di Malang Raya memang cenderung pesat. Sejak dibuka sekitar tahun 2017 lalu, Nakamse’ memiliki pertumbuhan yang bagus. “Setiap tahunnya, growth berada di angka 70 persen,” kata dia.

Sejauh ini, usaha kuliner apapun di Kota Malang banyak dilirik mahasiswa dan anak muda. Maka tak heran, setiap warung makan tak pernah sepi dari pengunjung. “Memang selama ini banyak mahasiswa. Namun, belakangan mulai banyak ibu-ibu,” lanjut dia.

Founder Tawwa Tour Trip Organizer, Bremi Sugianto mengungkapkan, sejauh ini, tren wisata dari Malang menuju Bromo sempat mengalami kemerosotan di tengah kenaikan harga tiket yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Dari 100 tamu saya yang ingin pergi ke Malang, sebanyak 60 orang melakukan re-schedule. Mereka menunda penerbangan, menunggu harga tiket lebih murah,” jelas dia.

Menurutnya, sepanjang tahun 2019 ini, tren wisatawan memang cenderung menurun. Ada berbagai macam sebab. Di antaranya momen Pemilu 2019 hingga erupsi Gunung Bromo yang terjadi beberapa hari lalu. “Namun, untuk wisata di Kota Batu, bulan ini masih banyak peminat. Tingkat kunjungan ke Kota Malang memang turun,” jelas dia.

Setelah Pemilu 2019 dan harga tiket mulai turun, minat wisatawan untuk traveling kembali naik. “Wisatawan sudah mulai banyak yang datang. Selain pesawat, banyak yang menggunakan akses tol dan juga kereta api,” papar dia.

Sementara itu, dari segi pendidikan, justru mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal tersebut diungkapkan Founder PAUD Kartika Pradana, Kartika. “Kalau dari sektor usaha lainnya sedikit ada penurunan, dalam era industri 4.0, pendidikan sangat membantu,” terang dia.

Lebih lanjut, Kartika menguraikan, bidang pendidikan untuk anak usia dini, TK dan bermain justru memiliki pertumbuhan yang pesat. “Kalau di sekolah kami, diajarkan untuk mengenal internet dan juga belajar dari Youtube. Eranya sudah berubah,” lanjut dia.

Menurutnya, hal tersebut justru mempermudah para pengajar untuk memberikan pelajaran dan bimbingan. “Kami ingin bersaing sehat dengan hal itu. Kami tidak ingin mendidik kutu buku. Namun, juga mendidik generasi penerus dengan teknologi,” lanjut dia.

Dalam pengembangan bisnis, sejauh ini, ia dibantu oleh beberapa pihak untuk biaya operasional sekolah. “Kami mendapat bantuan dari perbankan, utamanya untuk insentif bagi para guru,” lanjut dia.

Menurutnya, saat ini, tren orang tua untuk memilih sekolah juga berbeda. “Sekarang ini, orang tua memilih sekolah anak, mahal ya mahal sekalian. Kalau murah, ya yang murah sekalian,” paparnya.

Sebab lanjut Kartika, ada beberapa orang tua yang mendapatkan peluang baru dari sekolah anaknya. “Ada orang tua murid yang jualan dan sasaran pasarnya menengah ke atas. Biasanya, mereka memilih sekolah yang mahal untuk menawarkan barang dagangannya ke wali murid lain. Jadi, ada target bisnis di situ,” tandas dia.

Pada kesempatan tersebut, Ketua BPC HIPMI Kota Malang, Richdjoe menambahkan, saat ini, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengasah indra bisnisnya. Menurut owner Richdjoe Barbershop tersebut, setiap orang memiliki sense of business.

“Ketika kita selesai bekerja, kemudian sering dapat bisikan-bisikan untuk membangun sesuatu yang lebih besar. Itu termasuk salah satu indra bisnis. Namun, banyak orang yang mengabaikan itu. Padahal itu peluang besar,” kata pria yang memiliki nama asli Djoko Prihatin tersebut.

Menurutnya, banyak orang yang mengabaikan hal tersebut lantaran terlalu banyak pertimbangan. “Ada yang merasa kalau saat ini sudah serba berkecukupan. Kemudian, ada juga yang merasa kalau terhalang jam kerja dan lainnya. Padahal, kalau didengarkan, bisa muncul ide untuk membangun bisnis baru,” kata dia.

Sehingga, ia berharap, dari usaha-usaha yang ada, mampu memberikan efek positif kepada masyarakat. “Bisa mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Serta, bisa memajukan ekonomi kerakyatan juga,” tandas dia.(tea/van/bersambung)

  • Editor : van
  • Uploader : abdi
  • Penulis : tea
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI