trial_mode: on

Penjual Bendera Asal Jawa Barat Serbu Pakis dan Tumpang

  • 24-07-2019 / 19:21 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Penjual Bendera Asal Jawa Barat Serbu Pakis dan Tumpang Penjualan bendera dan umbul-umbul mewarnai Jalan Raya Tumpang menyambut bulan Agustus bulan Agustus

TUMPANG – Penjualan bendera merah putih dan umbul-umbul mulai mewarnai wilayah Malang Timur. Di Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang contohnya. Penjual bendera mulai berdatangan. Rata-rata mereka berasal dari Jawa Barat.

Ose Supriatna, 53 tahun salah satunya. Penjual bendera di wilayah Tumpang ini mengaku berasal dari Garut, Jawa Barat. Dia mulai berjualan sejak Minggu (21/7) lalu. ”Setiap tahun saya datang ke Malang untuk berjualan bendera. Memilih Malang, karena disini cukup ramai,’’ katanya.

Dia pun menceritakan, umumnya datang dengan membawa hingga enam sak barang. Enam sak itu isinya beragam. Mulai dari bendera merah putih, umbul-umbul polos, umbul-umbul bergambar lambang negara, serta umubul-umbul bergambar presides RI pertama Ir Soekarno.

”Benderanya ada beberapa ukuran. Mulai dari yang paling kecil sampai dengan ukuran 2 meter x 1.2 meter,’’ ungkapnya. Untuk harga, Ose pun mengatakan sangat terjangkau. Bendera dengan ukuran kecil, dia menjualnya mulai harga Rp 10 ribu. Sedangkan yang berukuran besar dijual dengan harga Rp 50 ribu. Sedangkan untuk umbul-umbul, Ose mengatakan dia menjual mulai dari harga Rp 25 ribu, hingga Rp 200 ribu.

Sejak Minggu (21/7) berjualan, Ose mengaku banyak barangnya yang laku. Dia pun bersyukur lantaran usahanya tidak sia-sia. ”Tahun lalu saya membawa barang enam sak, tapi hanya laku empat sak, yang dua sak saya bawa pulang lagi. Tahun ini saya membawa empat sak. Semoga semuanya laku,’’ tambahnya. Di Malang sendiri, Ose mengaku tinggal sampai dengan tiga minggu, atau awal Minggu ke dua bulan Agustus.

”Saya sendirian, anak dan istri tidak ikut. Saya berjualan mulai jam 04.30 sampai dengan pukul 17.00,’’ kata Ose yang mengaku saat di Malang dia indekos di wilayah Tumpang.

Sementara Asep, juga mengatakan hal yang sama. Dia datang dari Jawa Barat untuk menjual bendera di wilayah Pakis. Aktifitas menjual bendera dilakukan setiap tahun, dan memilih Malang karena potensi pasarnya sangat bagus.

Dijelaskan Asep, setiap tahun dia datang ke Malang, untuk berjualan bendera.  Namun demikian, berbeda dengan Ose yang hanya memilih wilayah Tumpang saja sebagai tempat berjualan. Asep justru berpindah-pindah.

”Tahun lalu saya di Batu, kemudian pindah ke Singosari. Tahun ini saya berjualan di Kecamatan Pakis. Kalau sepi nanti saya ke Batu,’’ ungkapnya. Asep juga mengatakan sejak berjualan Minggu (21/7) lalu, sudah banyak bendera yang laku. Dia pun senang, dan berharap seluruh barang dagangannya laku.

”Kalau hasilnya sebetulnya tidak banyak. Tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan lah,’’ katanya. Asep mengatakan, sebelum menjual bendera, dia bekerja serabutan. Dia datang ke Malang biasanya 10 hari sebelum bulan Agustus. (ira).

  • Editor : ira
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ira
  • Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI