trial_mode: on

Gawat! Air Sumur Menguning dan Bau, ini Harapan Warga Pandanlandung Wagir

  • 26-07-2019 / 20:00 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Gawat! Air Sumur Menguning dan Bau, ini Harapan Warga Pandanlandung Wagir Tandon berkapasitas 80 meter kubik memudahkan warga Desa Pandanlandung, Wagir mendapatkan air, terutama saat musim kemarau.

WAGIR – Pemerintah Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir berencana membangun jaringan saluran air. Di Dusun Pandanlandung Selatan, jaringan saluran air ini sangat dibutuhkan warga untuk memudahkan mereka mendapatkan saluran air bersih. Terlebih, di wilayah tersebut juga sudah ada tandon air, yang siap menampung air.

Sekretaris Desa Pandanlandung, Ahmad Bagus Sadewa, mengatakan jika tahun 2018 lalu, dibangun tandon air di desa tersebut. Tandon tersebut berkapasitas 80 meter kubik. Pembangunan menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD) Rp 125 juta, ”Rp 125 juta itu lengkap dengan pengadaan pompanya,’’ katanya.

Bagus begitu dia akrab dipanggil menyebutkan, setelah pembangunan tandon itu, rencananya dilanjutkan dengan pembangunan jaringan saluran air ke rumah warga, tahun 2019. Namun demikian, karena banyak hal yang lebih prioritas, maka rencana pembangunan jaringan saluran air tersebut gagal dilaksanakan tahun ini. Alasan, pembangunan jaringan itu gagal, karena tidak ada anggaran.

Dikatakan oleh Bagus. Jika tahun 2019, desanya mendapatkan Dana Desa Rp 908 juta. Anggaran tersebut, habis untuk beragam kegiatan dan pembangunan di desanya. ”Sehingga jaringan infrastruktur saluran air, belum dapat dianggarkan pada tahun ini,’’ ungkap Bagus. Dia memperjelas, bahwa saluran yang akan dibangun adalah jaringan pipa menuju rumah warga.

Menurut Bagus, saat ini setelah tandon sudah terbangun, warga yang membutuhkan air memilih mengambil air dengan cara manual. Alias mereka menggunakan kaleng atau timba, untuk kemudian dibawa ke rumahnya masing-masing.

Ditanya apakah desanya termasuk daerah rawan bencana kekeringan? Bagus menggelengkan kepala. Namun demikian, dia menyebutkan, jika air dari sumur milik warga umumnya berwarna kuning dan berbau, saat musim kemarau. Sehingga air dari tandon yang diambil dari sumber Tirto Aji, dusun setempat sangatlah dibutuhkan warga.

”Kalau musim kemarau, sungai mengering, sumur juga demikian. Air di sumur umumnya berwarna kuning, dan bau. Sehingga tidak mungkin dikonsumsi,’’ ungkapnya. Untuk air yang dikonsumsi, banyak warga mengambil air dari tandon. Jika ada yang tidak mengambil, mereka pun membeli air kemasan.

Sementara terkait dengan jaringan saluran air rencananya dibuat untuk mengaliri 300 rumah warga. Air di tandon sendiri diambil dari sumber Tirto Aji, Dusun Pandanlandung Selatan, Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir.

”Untuk pompa yang ada di tandon tidak menggunakan listrik. Sehingga tidak ada biaya operasional, untuk tandon ini,’’ tandasnya.

Sementara itu, Sansoso salah satu warga berharap, pembangunan jaringan infrastruktur untuk saluran air ini cepat terealisasi. Itu karena air yang ada di sumur rumah warga sudah tidak memungkinkan untuk dikonsumsi. "Kalau musim kemarau, selain airnya kecil, juga menguning dan kadang bau. Jadi tidak bisa dikonsumsi,'' katanya. 

Dia pun mengatakan, air dari tandon yang mengambil dari sumber kondisinya lebih jernih. "Nah air dari tandon itu bisa dikonsumsi. Sehingga meminimalisir pengeluaran juga,'' katanya. (ira/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ira
  • Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI