Stasiun Balapan ala Jazz Panaskan Hati Sadboys-Sadgirls Jazz Gunung

  • 27-07-2019 / 22:51 WIB
  • Kategori:music and movie
Stasiun Balapan ala Jazz Panaskan Hati Sadboys-Sadgirls Jazz Gunung Didi Kempot berkolaborasi dengan The Ring Of Fire membawakan aransemen baru lagu Stasiun Balapan

MALANG- Lagu ikonik Didi Kempot "Stasiun Balapan" langsung mendapatkan hati ribuan penonton Jazz Gunung 2019 di Bromo malam ini. Dengan sentuhan aransemen baru seketika membawa sadboys dan sadgirls Jazz Gunung baper.

Tidak seperti biasanya, intro lagu yang memiki gaya asli campur sari ini berlangsung kurang lebih 3 menit. Pasalnya sentuhan perkusi dan melodi blues gitar menambahkan sentuhan baru dalam karya "Lord Didi" ini. 

"Ning Stasiun Balapan Kuto Solo Sing Dadi Kenangan Kowe Karo Aku Naliko Ngeterke Lungamu," dibawakan Didi dengan nada dan beat yang ditekan di beberapa not menciptakan cengkokan khas musik Jazz. 

Hal ini sontak membuat penggemar Didi Kempot beranjak dari tempat duduknya masing masing. Kemudian mengangakat tangan dan menggoyang tubuh dengan sendirinya. Persis seperti apa yang biasa dilakukan penggemar musik campur sari.

Inilah uniknya penampilan Didi Kempot yang berkolaborasi dengan band proyek Djaduk Ferianto "Ring of Fire". Lagu campur sari dari Didi yang diaransemen baru oleh Djaduk mampu membuat penggemar Jazz Gunung berubah menjadi Sadboys dan Sadgirls dala waktu instan.
"Ah saya ini sebenarnya grogi. Saya bingung mau tampil di depan penggemar Jazz. Kan biasanya saya ini nyanyi nya 'buka sitik jos' saja," kelakar Didi menyapa penonton Jazz Gunung 2019 Bromo. 

Seakan tidak peduli, penonton Jazz Gunung tetap bergoyang. Dan tidak sedikit yang fasih menyanyikan lirik demi lirik lagu Stasiun Balapan. Wajah Didi pun terlihat sumringah dan tambah semangat membakar suasana Jazz Gunung yang bersuhu 13 derajat celcius hingga Pukul 22.18 WIB ini.

Setelah membawakan lagu Stasiun Balapan, lagu berikutnya yang dibawakan ala Jazz adalah "Banyu Langit" dengan aransemen yang hampir sama didominasi alunan instrumen saxophone lagu ini juga tidak meninggalkan aransemen aslinya. Nampak juga terdengar bunyi suling dan ketipung ala campur sari dimasukkan dalam aransemen unik ini.

Lagu terakhir yang dibawakan adalah "Sewu Kutho". Lagu yang memiliki makna kesedihan ini nyatanya mampu membuat seluruh penonton Jazz Gunung bergoyang dengan wajah suka ria. Aransemen yang dimasukkan terkesan lebih riang dengan beat menghentak dan keras. (ica)

Editor : ica
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU