trial_mode: on

Baca Tuntutan Satu Menit, Thomas Zacharias Bakal Lama Dibui

  • 29-07-2019 / 19:25 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Baca Tuntutan Satu Menit, Thomas Zacharias Bakal Lama Dibui SIMAK: Thomas Zacharias, terdakwa penggelapan uang percetakan CV. MSA menyimak tuntutan yang dibacakan JPU Kejari Malang, Muhammad Herianto.

MALANG- Empat tahun dipenjara. Itulah tuntutan yang dibacakan JPU Kejari Malang, Muhammad Herianto, SH, dalam sidang lanjutan terhadap terdakwa Thomas Zacharias, 68, mantan Direktur Percetakan CV. Mitra Sejahtera Abadi (MSA), Senin (29/7) siang. Heri, sapaannya membacakan tuntutan itu hanya satu menit, usai sidang dibuka hakim PN Malang.

‘Terdakwa berbelit-belit dalam persidangan dan tidak mengakui perbuatannya. Sebab itu, kepada kami menuntut empat tahun penjara karena terdakwa secara sah dan meyakinkan, melakukan penggelapan uang CV. MSA hingga mengakibatkan kerugian Rp 902 juta,” kata Kasi Penuntutan JPU Kejari Malang itu. Mendengar ini, raut wajah Thomas mendadak lesu.

Dua penasehat hukumnya pun terlihat kaget dengan tuntutan itu. Mereka mengajukan pledoi, Rabu (31/7) nanti. Kepada wartawan usai persidangan, Heri memaparkan bila warga Perum Bumi Mas Blok C1/17, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang tersebut terbukti melanggar Pasal 374 KUHP, tentang penggelapan dalam jabatan, junto pasal 65.

“Ia menggunakan sebagian uang perusahaan untuk keperluan pribadi seperti yang dilaporkan saksi pelapor Megawati, pemilik CV. MSA. Kami juga mengambil pertimbangan tersebut karena ternyata tidak ada perdamaian antara terdakwa dan korban,” tambahnya. Lucunya, Thomas tidak mengakui bahwa yang dilakukan telah merugikan perusahaan percetakan.

Seperti diketahui, Thomas, mantan Direktur CV. MSA duduk di kursi pesakitan setelah menggelapkan uang perusahaan sekitar Rp 900 jutaan. Percetakaan itu, berada di Jalan Indragiri IV Malang. Dia dilaporkan pasangan suami istri, Herman Setiabudi dan Megawati, warga Jalan Kedondong Malang, pemilik perusahaan percetakan tersebut, enam tahun lalu.

Kasusnya sempat menggantung hingga akhirnya awal Juni 2019 lalu, berkas kasusnya dinyatakan sempurna. “Saya menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk menyelesaikan perkara CV. MSA. Kami hormati tuntutan jaksa maupun putusan pengadilan nantinya. Saya tahu jaksa pasti memberikan yang paling baik buat kami. Itulah fakta persidangan,” terangnya. (mar)

  • Editor : mar
  • Uploader : slatem
  • Penulis : marga
  • Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI