21 Tahun Malang Post

21st Anniversary Challenge

  • 01-08-2019 / 01:32 WIB
  • Kategori:Malang, Kabupaten, Batu
21st Anniversary Challenge Dewi Yuhana

Belakangan banyak sekali challenge (tantangan) yang muncul di media sosial. Kapan hari ada #bottlecapchallenge heboh karena diikuti banyak kalangan, artis luar negeri dan dalam negeri. Saya paling suka gaya Jason Statham yang cool dan sukses melepas tutup botol dengan tendangan slow motionnya, lalu tertawa ngakak saat melihat Mariah Carey dan Indra Herlambang. Anda belum tahu challenge itu? Cari tahu lah.

Kali ini, saya ingin membuat #MalangPost21stAnniversaryChallenge. Perhatikan, baca dan lihat dengan seksama korane arek Malang ini. Adakah sesuatu yang berubah dari koran kesayangan Anda?. Oh, banyak iklan ucapan HUT untuk Malang Post?. Mungkin salah satu iklan itu dari Anda. Terima kasih atas semua doa baik dan harapan yang telah diberikan kepada Malang Post.

Tapi bukan itu yang saya harap Anda temukan. Coba periksa dengan teliti lagi, dari bagian atas hingga ke bawah halaman koran ini.  Ada perubahan mencolok yang kami hadirkan hari ini, tepat di usia 21 tahun Malang Post, 1 Agustus. Perubahan yang langsung terlihat ketika Anda mengambil Malang Post saat akan ngopi pagi hari, melihat koran ini dipegang loper koran di jalan, atau saat tiba di kantor dan mengambil Malang Post duluan sebelum berbagi membaca dengan rekan lain.

Ya! Perubahan itu terletak di tulisan Malang Post yang ada di header. Pertambahan usia 21 tahun menjadi moment yang tepat bagi kami untuk melaunching font dengan nama Proxima Nova yang didesain oleh Mark Simonson. Menurut desainernya, font ini menggambarkan sesuai yang universal, bersih, modern, obyekti dan stabil. Pemilihan font ini menggambarkan sesuatu yang global dan dapat diterima oleh semua golongan.

Tim artisik menyiapkan beberapa pilihan font untuk header Malang Post ini sejak lebih dari sebulan lalu. Kami diskusikan ragam pilihan itu dalam meeting semua divisi. Masing-masing peserta meeting punya hak untuk memilih font yang menurut mereka cocok menggantikan huruf sebelumnya. Diskusi tersebut ternyata butuh waktu cukup lama, masing-masing mempertahankan pilihannya, hingga kemudian menyisakan dua pilihan font. Kami pun menggelar voting untuk memilih jenis font yang akhirnya terpampang nyata di hadapan Anda hari ini.

Bukan hanya jenis huruf yang berubah, ada logo baru yang tampil dalam header Malang Post. Sangat bisa dikenali aremania, kepala singa. Logo ini merupakan logo Arema Media Group atau yang kami singkat menjadi ameg.id, grup bisnis media baru yang ikut meramaikan dunia media massa di Malang Raya. Ikut berpartisipasi membangun daerah ini dan masyarakatnya.

Ceritanya begini, awal tahun 2019 lalu, Malang Post mengakuisisi radio City Guide 911 dan Arema TV untuk membuat konsorsium bisnis konvergensi media yang menggabungkan media massa dari ragam platform, ada koran, radio, TV, dan dua media online yang dimiliki Malang Post sebelumnya yaitu, www.malangpostonline.com serta www.klikapa.com. Semua ada di sini. Di ameg.id.

Kami meyakini konvergensi media menjadi salah satu cara dan ikhtiar untuk terus menjaga eksistensi media massa. Konvergensi media menyatukan media mainstream dan media kekinian, saling mendukung dan menyokong dengan segala kelebihan masing-masing, untuk memberikan hasil lebih maksimal. Sebenarnya, konvergensi media bukanlah isu baru. Sejak beberapa tahun terakhir, ketika senjakala media cetak didengungkan, muncul alternatif konvergensi media. Banyak perusahaan media yang mulai menerapkannya, dengan konsep dan inovasi masing-masing.

Di ameg.id, konvergensi media ini dibuat satu pintu untuk segala urusannya. Termasuk urusan placement iklan dengan segala benefitnya. Pasang iklan di Malang Post, Anda akan mendapatkan space dan durasi iklan di platform lainnya. Asik kan?!.

Fokus Produk dan Pelanggan

Beberapa tahun terakhir ada media cetak yang gulung tikar, satu per satu. Banyak yang menyalahkan media online sebagai penyebabnya. Sehingga banyak juga media cetak yang beralih platform ke online. Mulus kah perjalanannya? Tidak selalu. Lebih mudah kah media online? Belum tentu.

Dua jenis platform media ini memiliki karakteristik masing-masing. Media cetak dengan kedalaman berita yang disajikan dan media online dengan kecepatannya. Bahkan, sempat disimpulkan bahwa alasan masyarakat memilih baca berita online karena informasi yang disajikan lebih cepat.

Begitu kah?

Ternyata, lama-lama mulai banyak pembaca yang mengeluh. Postingan berita online cepat tapi isinya kurang lengkap. Banyak judul bombastis yang tak sesuai dengan isi beritanya, atau judul berbeda tapi isi berita sama. Platform yang dulu (sampai sekarang masih) diagungkan pun ternyata punya celah untuk dicela.

Kami, Malang Post memiliki dua platform media ini. Jadi ini bukan tulisan untuk mengulas bahwa satu platform lebih baik dari yang lain. Tidak. Itu gunanya konvergensi media. 

Kami merasakan semua permasalahan tersebut dan berjuang menyelesaikannya. Anda tentu masih ingat kalimat This Too Shall Pass (dan yang ini pun akan berlalu), sehingga masalah apapun yang terjadi pasti akan terlewati hingga kita akan menemui masalah berbeda di masa mendatang. Melaluinya, menyelesaikannya, menghadapi masalah lagi, menemukan solusinya, begitu seterusnya. Itulah hidup.

Dalam satu diskusi bersama pengurus HIPMI minggu lalu, sebelum mereka dilantik, ada salah satu pengurus yang mengatakan begini “Dari pada saya fokus pada apa yang dilakukan kompetitor, lebih baik saya fokus pada pelanggan saya. Memahami apa yang diinginkan, sehingga saya dapat upgrade produk dan pelayanan”. Menurut anak muda di usia pertengahan 20-an itu, fokus pada kompetitor membuang-buang waktu dan energi.

“Saat saya fokus pada bisnis saya dan pelanggan, malah kompetitor yang kebingungan dan jadi follower kita,” tambahnya lagi.

Malang Post pun begitu. Karenanya, selain ada perubahan font di header koran, juga ada banyak rubrikasi baru yang kami siapkan di korane arek Malang ini. Ada ragam kegiatan yang kami gelar secara rutin untuk menciptakan berita dan isu baru setiap minggu. Misalnya saja, tiap Jumat siang selalu ada diskusi dengan tema berbeda di Malang Post, membahas isu tertentu dengan menghadirkan orang-orang yang terkait dengan isu tersebut dan pakar. Di mana hasil diskusi akan dipublikasikan sebagai berita dalam beberapa series.

 Diskusi ini rupanya sangat direspons positif pembaca. Tak sedikit yang menanyakan, apa tema diskusi Malang Post minggu ini, bisakah mereka datang untuk berpartisipasi. Atau bahkan permintaan dari peserta diskusi untuk membuat diskusi lanjutan dari tema yang sama.

Sejak dua minggu terakhir, kami juga menghadirkan rubrik Meet The Leader. Kami temui para leader dari berbagai instansi dan lembaga, untuk menimba ilmu dari mereka dan dibagikan kepada pembaca. Tentang bagaimana trik dan strategi mereka hingga mencapai posisi leader, supaya menginspirasi pembaca calon-calon leader.

Masih banyak inovasi dan kreasi yang akan dihadirkan awak redaksi. Tunggu saja pembaca, kami ada untuk dan karena Anda.(*) 

Editor : Dewi Yuhana
Uploader : abdi
Penulis : hana
Fotografer : ya

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU