trial_mode: on

Pemkab Malang Jadi Tuan Rumah AHL 2019, Digelar di Cafe Sawah Pujon Kidul

  • 04-08-2019 / 18:14 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Pemkab Malang Jadi Tuan Rumah AHL 2019, Digelar di Cafe Sawah Pujon Kidul Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM (empat dari kiri), Direktur Eksekutif Seknas AKKOPSI, Capt. Josrizal Zain, SE, MM (lima dari kiri), dan Ketua Umum AKKOPSI Dr. H. Syarif Fasha (enam dari kiri) dan pengurus AKKOPSI usai rapat koordinasi penentuan lokasi penyelenggaraan AHL tahun 2019 beberapa waktu lalu

MALANG - Advocacy Horizontal Learning (AHL) 2019 akan diselenggarakan di Kabupaten Malang. Rencananya, kegiatan yang digelar Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) ini digelar Kamis (8/8) di Cafe Sawah, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Dr Ir Wahyu Hidayat MM, mengatakan AHL tahun ini akan diikuti oleh 429 bupati dan walikota se Indonesia.

Dalam keterangannya, Wahyu mengatakan gelaran AHL tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana tahun-tahun sebelumnya menurut mantan Camat Tajinan, Kabupaten Malang ini, AKKOPSI hanya fokus pada pembahasan tentang sanitasi. Namun tahun ini sebagai penyelenggara, Kabupaten Malang mencoba untuk mensinergikan Sanitasi dengan Pariwisata. Lantaran itu juga, gelaran AHL sendiri dilangsungkan di wilayah Desa Pujon Kidul.

” Tahun ini kami mengusung tema Sinergitas Pariwisata dan Sanitasi. Sesuai arahan dari Menteri Pariwisata beberapa waktu lalu, bahwa pariwisata maju jika didukung dengan sanitasi yang baik. Dari situ, kami kemudian mengusulkan tema ini, dan responnya sangat baik,’’ katanya. Pria yang juga menjadi  dosen di ITN Malang ini menyebutkan,  jika saat gelaran AHL nanti, selain sharing tentang inovasi-inovasi penyelesaian ide-ide sanitasi, juga akan dikenalkan wisata di wilayah Kabupaten Malang. Tidak hanya wisata pegunungan, tapi juga wisata alam lain, juga wisata budaya.

”Rencananya nanti dibuka oleh Gubernur Jatim , ibu Khofifah Indar Parawansah. Kegiatan seremonial dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Malang Jalan Agus Salim. Setelah itu bersama-sama menuju ke Cafe Sawah, Desa Pujon Kidul,’’ tambahnya.

Bapak satu anak ini menyebutkan jika AKKOPSI merupakan wadah gerakan para Kepala Daerah yang tanggap dan peduli pada layanan sanitasi yang lebih baik di perkotaan maupun pedesaan.

”Sedangkan AHL sendiri, merupakan salah satu dari beberapa kegiatan rutin AKKOPSI yang mendukung target nasional seperti tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019, khususnya target 100 persen akses sanitasi yang layak bagi Indonesia 2019,’’ tambah Wahyu.

Wahyu juga menguraikan, bahwa ini merupakan kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Malang yang dipercaya sebagai tempat terselenggaranya AHL. Bukan tanpa sebab, wilayah Kabupaten Malang dipilih sebagai tempat. Ditegaskan Wahyu, Kabupaten Malang menjadi tuan rumah karena berhasil menjadi juara 4 Top 10 Smart Sanitation Award.

”Karena prestasi yang kami raih tahun 2018 lalu, Kabupaten Malang kemudian dipercaya menjadi lokasi kegiatan AHL. Dan Cafe Sawah, Desa Pujon Kidul kami pilih, karena di tempat ini sektor wisatawanya sudah maju pesat, dan sanitasi di  sana juga sangat baik,’’ urainya.

Dia juga memaparkan, di Desa Pujon Kidul memiliki pemandangan yang sangat alami. Udaranya yang sejuk membuat tempat ini sangat cocok sebagai tempat wisata edukasi. Mulai dari petik sayur, peternakan (perah susu), pembelajaran energi alternatif, pengolahan susu, juga outbond. Dan yang menarik, di Desa Pujon Kidul memiliki banyak kesenian tradisional yang dapat dinikmati oleh para wisatawan. Diantarannya Kuda Lumping, Pencak Silat, dan Tarian Sanduk.

”Di Desa Pujon Kidul juga ada kuliner dan oleh-oleh khas yang mampu ditawarkan kepada para wisatawan,’’ tambahnya.

Sedangkan cafe sawah yang ada di desa ini merupakan salah satu best practice strategi yang ada di Kabupaten Malang. Cafe sawah dikatakan Wahyu adalah salah satu wujud kreasi inovatif Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pujon Kidul. Karena keberhasilan pengelolaan Dana Desa hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PADes) Pujon Kidul, Jawa Timur telah menjadi percontohan nasional. Setidaknya, BUMDes Pujon Kidul telah berhasil meningkatkan PADes hingga lebih dari Rp 1,3 M pada tahun 2018. Bahkan, pada tahun 2019 diprediksi mampu meraup PADes hingga Rp 2,5 M.

Melihat fakta itulah, Pemerintah Kabupaten Malang kemudian memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan di sektor sanitasi. Untuk mensukseskan hal ini DPKPCK tidak sendirian. Tapi juga bersinaergi dengan OPD lain, serta Pemerintah Desa, juga swadaya masyarakat. Wahyu juga menyebutkan, inovasi yang sudah dibanguna adalah Integrated Resource Recovery Center (IRRC), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Komunal, dan pengelolaan air bersih. 

”Dari keberhasilan yang diraih inilah, kami ingin mengenalkan Desa Wisata Pujon kepada seluruh kepala daerah saat AHL nanti,’’ tambahnya. Selain itu, Kabupaten Malang dapat memberikan pembelajaran pelaksanaan sanitasi sebagai substansi penting dalam menunjang pengembangan dan optimalisasi sektor pariwisata.

“Daerah-daerah lain dapat melakukan sharing pembelajaran terhadap pelaksanaan sanitasi sebagai substansi penting dalam menunjang pengembangan dan optimalisasi sektor pariwisata masing-masing daerah,” lanjutnya. Serta mendapatkan komitmen sanitasi sebagai substansi paling penting dalam menunjang pengembangan dan optimalisasi sektor pariwisata dari Kepala Daerah anggota AKKOPSI.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kepala daerah mendapatkan informasi mengenai bentuk kolaborasi antara sanitasi dan pariwisata. “Terinformasikannya kepala daerah akan pembelajaran dari pelaksanaan sanitasi sebagai substansi penting dalam menunjang pengembangan dan optimalisasi sektor pariwisata di Kabupaten Malang,” tandasnya.

Sementara itu, selain dibuka oleh Gubernur, rencananya kegiatan ini juga akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Gubernur Jawa Timur, dan sejumlah pihak terkait.(ira)

  • Editor : ira
  • Uploader : irawan
  • Penulis : ira
  • Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI