Selamat Jalan

  • 05-08-2019 / 05:37 WIB
  • Kategori:Catatan
Selamat Jalan Kenangan Pak Husnun foto bersama Mas Owie

Beliau masih tercatat sebagai Pemred www.malangpostonline.com, aktif mengedit berita wartawan. Dalam kapasitasnya yang juga Komisaris Malang Post, sungguh luar biasa.

Soal jurnalistik, tak ada yang meragukan beliau. Paripurna.

Rasanya tak akan ada yg bisa menggantikan beliau. Sulit mencari sosok yang sepadan. Paket lengkap utk urusan dunia dan akhirat.

Kamis, 1 Agustus. Kami masih bertemu dalam suasana suka cita, hari ulang tahun Malang Post. Korane Arek Malang yang beliau lahirkan pada 21 tahun silam.

Pada hari itu, ada sosok agen koran Malang Post yang juga seorang ustad, Mas Owie. Datang dengan kursi roda bersama anak dan istrinya.

Tidak semua agen datang, terbatas. Secara khusus, Mas Owie menyampaikan ke saya, ingin sekali bertemu Pak Husnun. Katanya rindu, sudah lama tak bertemu.

Sedikitnya dua kali itu disampaikannya. Hingga akhirnya bertemu dan tampaklah di foto itu. Ternyata itulah foto terakhir saya bersama almarhum.

Sebelum foto bersana Mas Owie itu, almarhum masih menyempatkan foto bersama para pejabat Kota Malang. Termasuk Wali Kota Malang.

Termasuk juga Sekda Kota Malang, Pak Wasto. Pejabat yang juga teman olahraga almarhum. Saya sempat dipanggilnya, berbincang dengan Pak Wasto. Kamis sore itu.

Saya diminta ikut lari, hari Jumat pagi. Menurut almarhum, ada jadwal lari bersama Pak Wasto tiap bulan sekali, pada hari Jumat pertama. Sayang, saya belum bisa bergabung.

Tak hanya menyampaikan jadwal larinya yg Jumat pagi. Almarhum juga menyampaikan rencananya ikut Surabaya Marathon, minggu pagi.

Disampaikannya saat saya dan almarhum menemui Mas Darmaji, dari manajemen Arema. Perihal agenda Surabaya Marathon itu. Ikut yang nomor 10K. Termasuk diceritakannya, sudah ikut Borobudur Marathon.

Beliau memang wartawan senior yang penggemar olahraga. Sudah langganan mewakili Siwo PWI dalam kejuaraan olahraga, untuk cabor tenis.

Hampir tiap pagi, mengajak kami olahraga. Khususnya lari. Dan kini, beliau sudah tiada. Entah siapa lagi yang akan mengingatkan kami pentingnya olahraga.

Termasuk yang mengingatkan kami untuk urusan kerja jurnalis. Memperbaiki kerja wartawan Malang Post. Memberi masukan-masukan penting.

Terakhir beliau masih sempat tanya perkembangan Malangpostonline. Memang masih banyak pekerjaan rumah yang masih perlu kami selesaikan. Setidaknya dari hasil rapat koordinasi terakhir dengan beliau, saya catat semua pesannya.

Semoga kami bisa melanjutkan estafet perjuangan media yang beliau bangun. Selamat jalan Pak Nun, kami ikhlas se ikhlas-ikhlasnya.

Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu. (*)
 

  • Editor : bua
  • Uploader : Buari
  • Penulis : Buari
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI