Marak Penjualan Hewan Kurban, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lakukan Pemeriksaan

  • 05-08-2019 / 17:06 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Marak Penjualan Hewan Kurban, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lakukan Pemeriksaan Penjual kambing kurban yang memperhatikan kesehatan hewan dan memandikan kambing agar bersih.

PAKIS - Menjelang Idul Adha, penjualan hewan kurban marak di Kabupaten Malang. Salah satunya di wilayah Kecamatan Pakis. Penjualan hewan kurban ada di beberapa titik. Mereka tidak hanya menawarkan kambing kepada pembeli, tapi juga hewan kurban jenis sapi.

Andi Susanto salah satunya. Penjual hewan kurban asal Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis ini,   menyediakan dua jenis hewan kurban. Yaitu sapi dan kambing. Ini dilakukan untuk memberikan  kemudahan kepada warga memilih hewan yang ingin dibeli. 

"Kambing yang kami sediakan juga beberapa jenis. Mulai dari kambing etawa, sumbawa dan lainnya," ungkap pria yang akrab dipanggil dengan nama Geol ini.

Dia mengatakan, untuk hewan kurban kambing, dia menjual mulai dari harga Rp 1.8 juta sampai dengan Rp 7.5 juta. "Ukuran kambing yang membedakan harganya. Yang besar pasti lebih mahal dibandingkan dengan yang kecil," tambahnya.

Ditanya dengan kesehatan hewan yang dijual? Geol pun mengatakan pembeli tidak perlu ragu. Dia pastikan hewan kurban yang disediakannya semuanya sehat. Terlebih sebelum pihaknys buka stand di Jalan Ampeldento, kandang miliknya sudah didatangi oleh PPL Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk memeriksa kesehatan kambing serta sapi miliknya.

"Sejatinya untuk kesehatan kambing ini bisa dilihat dari fisik kambing. Kalau kurang agresif, kepalanys banyak menunduk, dan ekornya turun sudah dipastikan kambingnya kurang sehat," urainya. 

Hal yang sama juga disampaiksn oleh Kandar. Dia mengaku jika hewan kurban yang dijualnya kondisinya semuanya sehat.

"Jual seperti ini sebetulnya juga sebagai bentuk ibadah. Oleh karena itu kami menyediakan yang terbaik untuk masyarakat," ungkapnya.

Ditanya tingkat pembelian warga terhadap hewan kurban, Kandar mengatakan tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sejak dia buka hingga Senin (5/8) lalu, jumlah kambing yang terjual sudah puluhan.

"Bedanya kalau dulu, warga membeli kambing dengan ukuran besar. Tapi sekarang beli kambing ukuran sedang dan kecil," urainya. Kandar juga mengatakan, untuk harga kambing sendiri mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan harga itu mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.

Tetpisah Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Malang, Nur Cahyo membenarkan penjualan hewan kurban mulai marak. Tetkait dengan hsl itu, pihaknya pun siap melakukan pemeriksaan.

"Kami sudah jalan, untuk pemeriksaan kesehatan hewan. Pemeriksaan tidak hanya secara fisik, tapi juga pemeriksaan mata," ungkapnya. 

Namun demikian, sejak dilakukan pemeriksaab, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan belum menemukan hewan kurban yang sakit. "Alhamdulillah, semuanya berjalan baik. Belun ditemukan hewan yang sakit," tandasnya.(ira)

  • Editor : ira
  • Uploader : irawan
  • Penulis : ira
  • Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI