Total Kompensasi Sebagian Jawa Tembus Rp 1 Triliun

Blackout, PLN Ganti Rugi 20-35 Persen

  • 05-08-2019 / 23:27 WIB
  • Kategori:Nasional
Blackout, PLN Ganti Rugi 20-35 Persen Transportasi di Jakarta sempat macet akibat pemadaman listrik Minggu (4/8).

JAKARTA- PT PLN (Persero) berjanji beri kompensasi kepada pelanggan yang terkena dampak  pemadaman listrik (blackout) di Jakarta dan sekitarnya. Jika menghitung kerugian pelanggan, Kementerian BUMN perkirakan kompensasi yang harus disiapkan PLN sebesar Rp 1 triliun.

Pemberian kompensasi sesuai deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), dengan Indikator Lama Gangguan. Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani mengungkapkan,  kompensasi akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment. Selain itu sebesar 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen pada golongan tarif yang tidak dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik (non adjustment).

Penerapan ini diberlakukan untuk rekening bulan berikutnya. Khusus untuk prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan untuk tarif listrik reguler. Pemberian kompensasi akan diberikan pada saat pelanggan membeli token berikutnya (prabayar). Saat ini PLN sedang menghitung besaran kompensasi yang akan diberikan kepada konsumen.

"Kami mohon maaf untuk pemadaman yang terjadi, selain proses penormalan sistem, kami juga sedang menghitung kompensasi bagi para konsumen. Besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening atau bukti pembelian token untuk konsumen prabayar," kata Sripeni.

Khusus pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai Service level Agreement (SLA) yang telah ditandatangani bersama. Untuk perkembangan terkini (sampai kemarin siang) pembangkit yang sudah menyala yakni PLTU Suralaya 3 dan 8, Pembangkit Priok Blok 1-4, Pembangkit Cilegon, Pembangkit Muara Karang, PLTP Salak, PLTA Saguling, PLTA Cirata dan Pembangkit Muara Tawar. Selain itu, Pembangkit Indramayu, Pembangkit Cikarang, PLTA Jatiluhur, PLTP Jabar, serta total 23 Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) telah beroperasi.

 

Anggota APRINDO Rugi Rp 200 M

Blackout  yang terjadi Minggu (4/8) berbuntut panjang. Pelaku usaha ramai-ramai mengklaim telah merugi miliaran rupiah akibat listrik tak menyala hampir 12 jam itu. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) misalnya mencatat  kerugian anggotanya akibat blackout, lebih dari Rp 200 miliar. Anggota yang merugi terdiri dari 82 pusat perbelanjaan dan 2.500 lebih toko ritel modern swakelola di Jakarta.

“PLN seyogyanya memberi pengumuman terlebih dahulu kepada pelaku usaha agar bisa mempersiapkan cara tetap memberi pelayanan maksimal kepada konsumen dan masyarakat pun tetap bisa mendapat haknya sebagai konsumen,” kata Ketua Umum APRINDO Roy N Mandey.

Roy menilai, pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu sangat merugikan pelaku bisnis yang bergerak di sektor ritel. Pasalnya kata dia, rata-rata masyarakat menghabiskan waktu luangnya di gerai ritel modern atau pusat perbelanjaan pada akhir pekan. “Potensi kehilangan penjualan terlihat betul, karena masyarakat akhirnya enggan atau membatalkan keinginan berbelanjanya,” ujarnya.

 

Kompensasi PLN Rp 1 Triliun

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PLN bertanggung jawab atas insiden blackout  di sebagian wilayah Jawa. “Kami mendorong teman-teman PLN untuk menunjukkan rasa tanggung jawabnya, tidak cukup minta maaf. Kalau kurang melayaninya, harus dong menerima sanksi dalam bentuk (kewajiban pemberian) kompensasi,” kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana.

Rida menyatakan, setidaknya PLN harus menganggarkan Rp 1 triliun untuk membayar kompensasi kepada konsumen. Angka tersebut berdasarkan perkiraan banyaknya jumlah pelanggan yang terkena dampak di sebagian wilayah Jawa.

Untuk diketahui, pemberian kompensasi telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 27 Tahun 2017 dan UU 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Pasal 29 Ayat (1) huruf b UU Ketenagalistrikan menyebut, konsumen harus mendapat tenaga listrik secara terus-menerus dengan mutu dan keandalan yang baik.

Sedangkan pada huruf e disebutkan, konsumen bisa mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan/atau kelalaian oleh pemegang izin usaha. Menurut Rida, kompensasi dapat diberikan kepada pelaku usaha maupun masyarakat umum, baik pelanggan prabayar maupun pascabayar. (dtc/jpg/van)

Editor : van
Uploader : hargodd
Penulis : Vandri Battu
Fotografer : -

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU