trial_mode: on

Kerugian Kebakaran Capai Rp 15 M, PPBK Sosialisasi Pencegahan

  • 07-08-2019 / 16:59 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Kerugian Kebakaran Capai Rp 15 M, PPBK Sosialisasi Pencegahan PEMADAMAN: Petugas PMK Kabupaten Malang melakukan pemadaman api yang membakar Pasar Lawang, 17 April 2019 lalu, hingga mengalami kerugian Rp 10 M.

MALANG- Upaya pemerintah Kabupaten Malang menekan angka kejadian kebakaran membuahkan hasil. Terbukti, terjadi penurunan jumlah angka kebakaran. Dibandingkan tahun 2018 lalu, terjadi penurunan hingga 10 persen dalam periode yang sama.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran PMK Kabupaten, Goly Karyanto menyebutkan, tahun 2018 lalu, jumlah kebakaran pada periode Januari hingga Juli jumlahnya mencapai 30 kejadian. Sedangkan tahun ini, sejak Januari hingga akhir Juli lalu jumlah kejadian mencapai 27 peristiwa.

Meskipun angkanya menurun, jumlah kerugian akibat kebakaran tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Bahkan menurut Goly, jumlah kerugian tahun ini naik hingga 200 persen. Menurut data, Goly menyebutkan jumlah total kerugian kebakaran di tahun 2018, dengan 30 kejadian kebakaran hanya mencapai Rp 5 M. Sedangkan tahun ini, jumlah 27 kejadian kebakaran jumlah kerugiannya mencapai Rp 15 M.

Meningkatnya jumlah kerugian yang sangat signifikan itu karena ada peristiwa kebakaran luar biasa, yaitu kebakaran di Pasar Lawang pada 17 April 2019 lalu. Kebakaran pasar dua lantai ini,  kata Goly, menelan kerugian hingga Rp 10 M. "Pasar Lawang paling besar kerugiannya sepanjang tahun ini. Mencapai Rp 10 M," ujarnya.

Tingginya jumlah angka kerugian yang terjadi di Pasar Lawang itu, lantaran banyaknya barang yang mudah terbakar, sehingga petugas kesulitan melakukan pemadaman. "Respon time kami waktu itu sebetulnya cukup cepat. Namun begitu, di Pasar Lawang banyak barang yang mudah terbakar, api dengan cepat merembet," ungkapnya.

Bukan itu saja, matinya hydrant di Pasar Lawang juga menjadi faktor tingginya angka kerugian. Goly mengaku, jika hydrant di pasar Lawang berfungsi, maka pengambilan air  dapat dilakukan secara cepat, sehingga proses pedadaman juga dapat dilakukan lebih cepat. "Ini menjadi evaluasi bagi kami. Sekaligus kami meminta kepada petugas gedung yang bangunannya dilengkapi hydrant dan selalu mengecek kondisinya," ungkapnya.

Sementara untuk kejadian kebakaran yang menurun, lanjut Goly, tidak membuat dirinya santai. Sebaliknya, PPBK terus melakukan sosialisasi. Sosialisasi tidak hanya dilakukan di tingkat desa atau kelurahan. Tapi juga sekolah-sekolah. "Sosialisasi ini untuk pencegahan. Harapannya, dengan sosialisasi yang kami lakukan, peristiwa kebakaran bisa dihindari," tambahnya.

Selain sosialisasi, PPBK juga melakukan kerja sama dengan OPD lain, terkait dengan pencegahan bahaya kebakaran. Selain itu, juga mengajarkan kepada para peserta cara penanganan. Menurut dia, dalam penanganan kebakaran seseorang tidak boleh panik. Saat kejadian kebakaran, warga bisa langsung melapor ke polisi atau petugas PMK.

"Termasuk jika kebakaran terjadi di lahan kosong, namun dekat pemukiman. Warga tidak boleh panik. Pemadaman dapat dilakukan dengan air secara bersama-sama, sembari melapor ke kami. Petugas PMK," tuturnya. (ira/udi)

  • Editor : udi
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ira
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI