trial_mode: on

Disnakeswan Larang Penjualan Hewan Kurban Betina Produktif

  • 07-08-2019 / 18:15 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Disnakeswan Larang Penjualan Hewan Kurban Betina Produktif HEWAN KURBAN: Penjualan hewan kurban yang sudah mulai ramai dijual di beberapa tempat di Kabupaten Malang.

MALANG- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Malang, melarang menjual hewan kurban betina produktif. Ketika masih ada yang nekat menjual, akan ada sanksi pidana. Larangan ini, dilakukan dengan tujuan mempercepat program swasembada daging.

"Berdasarkan pasal 18 ayat 4 Undang-undang nomor 41 tahun 2014, tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil atau besar betina produktif," ujar Kepala Disnakeswas Kabupaten Malang, Nurcahyo Rabu (7/8).

Dikatakan, dalam undang-undang tersebut, diatur sanksi pidana bagi orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif. Yaitu kurungan penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, dan atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 300 juta.

"Larangan tersebut berlaku untuk hewan kurban jenis kambing, kerbau atau sapi betina yang masih produktif. Ketika petugas kami menemukan akan langsung diberikan sanksi sesuai dengan undang undang," tegasnya.

Namun, untuk hewan ternak betina yang sudah tidak produktif dan boleh menjadi kurban adalah yang usianya di atas 8 tahun. Itupun harus ada surat persetujuan dari dokter hewan pengawas untuk memastikan kondisinya mandul. "Kalau usianya di atas 8 tahun, biasanya sudah tidak produktif lagi. Karena sudah lima kali beranak. Tetapi hewan ternak yang di bawah 8 tahun, boleh menjadi kurban kalau hasil pemeriksaan oleh dokter hewan dinyatakan mandul," jelasnya.

Lebih lanjut, Nurcahyo mengatakan, pihaknya akan melakukan sidak hewan kurban di beberapa wilayah di Kabupaten Malang. Inspeksi mendadak terhadap para penjual hewan kurban ini, untuk mengecek kondisi hewan yang dijual.

Pengecekan ini, untuk memastikan apakah hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat. Tidak dalam keadaan sakit, seperti matanya beleken atau hidung beringus. Ketika ditemukan, penjual diminta untuk tidak menjualnya dan harus dilakukan pengobatan.

"Sejak H-7 petugas kesehatan hewan dari Disnakeswan, sudah melakukan pengecekan ke setiap peternak yang berjualan hewan kurban. Sejauh ini, Kabupaten Malang masih aman dari penyakit hewan yang paling ditakutkan (Anthrax)," pungkasnya. (agp/udi)

  • Editor : udi
  • Uploader : slatem
  • Penulis : agp
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI