Main Sepakbola, Warga Sumberpucung Tewas

  • 08-08-2019 / 19:49 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Main Sepakbola, Warga Sumberpucung Tewas

MALANGPOSTONLINE.COM – Sepakbola menelan korban jiwa. Seorang pria asal Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang tiba-tiba tersungkur ketika bermain sepakbola di Lapangan Kawi Desa Sumberpucung. Korban yang diketahui bernama Muchammad Sakdun Isnaini, 40, meninggal dunia diduga karena serangan penyakit jantung yang selama ini dideritanya.

Kasubbag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/8) sekitar pukul 17.30. Petang itu, pihak kepolisian dari Polsek Sumberpucung mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada orang meninggal dunia setelah bermain sepakbola. “Ketika mendapat laporan tersebut, tim kami langsung mendatangi lokasi kejadian,” terang dia kepada Malangpostonline.com

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 16.00, ada pertandingan sepakbola tim Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung melawan tim dari Desa Sumbermanjing Kulon Kecamatan Pagak. Saat itu korban dipercaya sebagai penjaga gawang. Setelah pertandingan berjalan kurang lebih satu jam, korban tiba-tiba jatuh.

“Saat  kejadian, korban sudah berada di pinggir lapangan. Namun ia tiba-tiba tersungkur ke depan dan kepalanya membentur tanah terlebih dahulu,” terangnya.

Mengetahui korban tersungkur dan tak bangun, teman-teman korban berusaha menolong dan membawanya ke Puskesmas Sumberpucung. Namun, ketika sampai di puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

“Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Hanya ditemukan bekas luka di pelipis kiri, diperkirakan akibat saat terjatuh kepala korban membentur tanah,” katanya.

Sementara, menurut keterangan keluarga korban, sebelumnya korban juga pernah mengalami kejadian serupa, yakni terjatuh tanpa sebab hingga korban tidak sadarkan diri. “Namun pada saat itu korban berhasil selamat. Menurut keluarga korban, peristiwa tersebut diduga disebabkan karena korban menderita penyakit jantung,” jelas dia.

Ainun menambahkan, keluarga korban menerima dengan ikhlas dan menganggap kejadian itu sebagai musibah. Sebab korban memiliki riwayat penyakit jantung. “Keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban dan telah membuat surat pernyataan. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.(tea/lim/ malangpostonline.com)

  • Editor : lim
  • Uploader : slatem
  • Penulis : tea
  • Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI