Gelapkan Uang Perusahaan Rp 183,7 juta, Sales Obat Ditangkap Polsek Pakis

  • 09-08-2019 / 10:19 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Gelapkan Uang Perusahaan Rp 183,7 juta, Sales Obat Ditangkap Polsek Pakis Tersangka Dhanang Agung Satyapraja, diamankan di Mapolsek Pakis.

MALANGPOSTONLINE.COM - Pagar makan tanaman. Ungkapan tersebut sangat pas untuk Dhanang Agung Satyapraja. Bagaimana tidak, sudah mendapat kesempatan bekerja, warga Jalan Ciliwung III, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing ini, malah menyalahgunakan dengan menggelapkan uang perusahaan. Imbasnya, sejak Kamis (8/8) Dhanang harus meringkuk di balik rutan Mapolsek Pakis.

Pria berusia 43 tahun ini ditangkap petugas di tempat kerjanya di PT. Kinarya Jaya Abadi, Desa Bunut Wetan, Pakis. Polisi menangkapnya setelah dugaan laporan penggelapan dan penipuan yang dilakukan sudah cukup bukti.

Tersangka bakal dijerat dengan pasal berlapis, tentang penggelapan dalam jabatan dan penipuan. Yakni pasal 374 KUHP jo 378 KUHP jo 372 KUHP jo 64 KUH Pidana. Ancaman hukumannya di atas 7 tahun kurungan penjara.

"Ada beberapa barang bukti yang kami amankan. Diantaranya, satu bendel data audit keuangan perusahaan, 50 lembar faktur penjualan, 45 lembar faktur fiktif serta 20 lembar surat pernyataan konfirm dari apotik," jelas Kapolsek Pakis Iptu Sutiyo, SH, MHum kepada Malangpostonline.com.

Diperoleh keterangan, tersangka Dhanang ini adalah karyawan di PT. Kinarya Jaya Abadi. Dia bekerja dibagian sales. Tugasnya adalah menawarkan dan menjual obat ke sejumlah apotek di wilayah Malang Raya.

Namun uang hasil penjualan, oleh tersangka tidak disetorkan ke perusahaan. Uangnya digunakan untuk keperluan pribadi. Modusnya dengan memanipulasi faktur fiktif hasil penjualan obat.

Perbuatan tersangka terbongkar, ketika perusahaan melakukan audit pada bulan Juni 2018 lalu. Hasil audit diketahui ada perbedaan antara pengeluaran barang dan pemasukan uang, yang disetorkan oleh tersangka. Terhitung mulai bulan Februari 2018 sampai Mei 2018.

Karena pihak perusahaan merasa telah dirugikan sekitar Rp 183,7 juta, akhirnya melaporkan ke Polsek Pakis. Dari laporan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi.

"Setelah keterangan saksi-saksi cukup bukti, kasusnya kami naikkan ke tingkat penyidikan. Baru Kamis (8/8) setelah ada penetapan tersangka, yang bersangkutan kami lakukan penangkapan," jelas mantan Kanit Idik IV Tipidkor, Satreskrim Polres Malang ini.(agp/lim/Malangpostonline.com)

  • Editor : lim
  • Uploader : irawan
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI