Harus Juara Atau Runner-up Liga 1

Arema Bidik Kompetisi Asia

  • 09-08-2019 / 23:20 WIB
  • Kategori:Arema
Arema Bidik Kompetisi Asia KERJA KERAS: Aremania tak kenal lelah memberikan dukungan kepada tim Arema FC yang besok ulang tahun ke 32. Singo Edan mengejar juara liga sebagai tiket ke Kompetisi Asia.

MALANG – Arema FC mengusung jargon ‘Kerja Keras’ di ulang tahun ke 32 ini. Jargon tersebut sekaligus sebagai api penyemangat bagi tim Singo Edan, agar bisa mewujudkan bermain di kompetisi Asia. Hal ini berarti, musim ini Arema mesti benar-benar kerja ekstra agar tim kelahiran 1987 itu benar-benar kembali tampil dan siap di pentas Asia.

Sebelumnya, Arema mengincar Piala Indonesia sebagai jalan menuju Asia. Akan tetapi, target tersebut tak bisa terwujud, karena Arema tersingkir di babak 16 besar. Alhasil, berprestasi di kompetisi Liga 1 2019 adalah jalan satu-satunya bagi Arema mewujudkan mimpi tersebut.

Tim pujaan Aremania ini harus bisa juara, atau minimal berada di posisi dua klasemen akhir. Sebab, dari kompetisi, hanya posisi satu dan dua saja yang bisa mewakili Indonesia di kompetisi Liga Champion Asia atau Piala AFC.

Juara kompetisi akan masuk ke kualifikasi LCA, sedangkan runner-up menjadi wakil di Piala AFC. “Memang awal musim target tim masuk tiga besar, tetapi juara di Piala Indonesia. Karena di Piala Indonesia sudah gagal, tiket ke Asia hanya bisa didapatkan kalau kami di dua besar,” ujar General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Menurut dia, timnya saat ini berada dalam jalur yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut. Arema sudah berada di papan atas dan menempati posisi empat besar. Arema butuh meningkatkan kerjanya agar bisa melompat ke puncak klasemen.

“Sekarang kompetisi sudah sepertiga jalan. Jadi memang sudah harus bisa berhitung poin bila ingin mewujudkan tampil di Asia,” beber dia kepada Malang Post.

Ia meyakini, peluang timnya sangat terbuka untuk melompat minimal ke urutan kedua. Sehingga, dalam sisa 22 pertandingan yang harus dijalani timnya, effort kerja keras itu juga harus ditunjukan oleh seluruh penggawa Arema, termasuk dari manajemen.

“Jangan hanya omong kerja keras, mengikuti jargon yang kami usung. Jadi kerja keras juga harus kami tanamkan. Misalkan dalam pertandingan, tidak peduli home atau away, harus bekerja keras dari dalam hati,” terangnya.

Ruddy pun membeberkan salah satu trik yang akan dipakai manajemen. Dirinya yang selalu intouch dengan tim, telah memiliki patokan kepada para pemain. Bila ingin di papan atas, seluruh pertandingan home harus disapu bersih. Sementara, Arema harus bisa mencuri poin dalam laga away.

Secara matematis, bila bisa memenangkan seluruh laga home yang berjumlah 17, maka poin Arema adalah 51. Lalu, Arema ingin minimal mendapatkan satu poin dalam setiap laga away. Hal itu berarti, Arema mematok 17 poin dari laga away.

Secara keseluruhan, target poin Arema di musim ini adalah 68. Ruddy meyakini, dengan poin tersebut Arema bakal berada di dua besar.

“Kami sudah kehilangan tiga poin saat laga home melawan Tira Persikabo. Sehingga, kemenangan di kandang Semen Padang adalah ganti kekalahan itu. Jadi kami masih dapat satu poin away sekarang,” tambahnya.

Secara matematis, perhitungan poin demikian yang disiapkan oleh tim Arema. Tim ini menargetkan bisa menambah poin dari away terakhir di putaran pertama melawan Bali United, di pekan 16 mendatang.

“Setelah itu, kami harus bisa menambah beberapa kemenangan di putaran kedua. Ada sembilan laga away yang kami jalani,” tutur pria asal Madiun itu.

Selain itu, menurut Ruddy, manajemen juga siap melakukan evaluasi, dengan melakukan pembenahan di beberapa sektor. Dari pertandingan yang sudah dilalui, ia mengakui ada sektor yang perlu dibenahi dan Arema bisa lebih kuat di putaran kedua mendatang.(ley/ary)

Editor : Ary
Uploader : slatem
Penulis : ley
Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU