Fokus Pembinaan Usia Dini, Akademi Arema Masa Depan Arema FC

  • 10-08-2019 / 05:37 WIB
  • Kategori:Arema
Fokus Pembinaan Usia Dini, Akademi Arema Masa Depan Arema FC

MALANGPOSTONLINE.COM - Akademi Arema adalah masa depan Arema FC. Dengan membangun ekosistem pembinaan usia dini, anak-anak berbakat dari penjuru Indonesia yang ingin menjadi pemain tim pujaan Aremania, bisa bergabung. Mereka bisa mengadu nasib dengan kerja keras menunjukkan skill, untuk meraih peluang menjadi pemain sepakbola profesional.

Manajer tim Arema Junior, Fuad Ardiansyah menerangkan hal ini, ditemui di lapangan Rampal, Jumat. “Jadi, Akademi Arema itu adalah masa depan Arema FC. Fokusnya pembinaan usia dini, saat mereka dewasa, berkesempatan masuk tim senior,” kata Fuad kepada Malangpostonline.com

Berbeda dengan tim lain atau klub lain yang sering melakukan scouting sebelum mengikuti turnamen usia dini, Arema tidak pernah melakukan hal itu di level U-20 ke bawah. Arema sudah memiliki Akademi Arema yang akan menyuplai pemain-pemain, untuk dimainkan di berbagai turnamen.

“Contohnya U-16, jumlah pemainnya ada 80 anak. Pemain dirolling, ada yang ikut Elite Pro Akademi, Piala Suratin, atau Danone Cup. Tapi, sifatnya bukan yang paling bagus main di turnamen, tapi lebih kepada memberi pengalaman tanding pada semua,” jelas Fuad.

Menurutnya, inti Akademi Arema adalah memberikan sebanyak mungkin pengalaman tanding dan ilmu. Karena itulah, Akademi Arema bukan untuk mengejar prestasi usia dini, namun untuk pembinaan. Inti utamanya adalah pembinaan, bukan prestasi. Sehingga, Fuad pun merasa miris, karena idealisme pembinaan usia dini, hanya menjadi bungkus kacang di daerah lain.

Terbukti, saat Arema junior bermain di Bandung, pemain usia dini diserang oleh suporter Persib yang menonton laga. “Miris, tiap away, ada saja, tim junior dikerjai tuan rumah atau perangkat, atau suporter tim lawan. Harusnya dengan nama pembinaan usia ini, semua komponen belajar, agar mereka menjadi pemain profesional yang lebih baik dari generasi sebelumnya,” tutur Fuad.

Karena itu, Fuad menegaskan Akademi Arema bukan untuk sekadar mencari prestasi di turnamen, tapi membangun pemain sepakbola yang utuh dan tidak karbitan. “Kalau maunya prestasi bagus terus, akademi akan sulit beroperasi, karena kami harus memutar kesempatan bermain sebisa mungkin kepada semua pemain junior. Uniknya, lawan-lawan di klub lain, banyak diperkuat jebolan akademi Arema,” tutup Fuad.

Akademi Arema memiliki generasi emas, yakni Johan Ahmad Farizi, Dendi Santoso dan Sunarto yang kini menjadi pemain senior Arema. Utam Rusdiana, kiper Arema FC saat ini, juga jebolan Akademi Arema. Untuk tahun ini, ada beberapa nama lain, seperti Titan Agung dan Andryas Fransisco yang memperkuat tim senior.(fin/feb/ Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU