DPO Curanmor Asal Ampelgading Ditangkap Usai Kabur ke Papua

  • 10-08-2019 / 15:09 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
DPO Curanmor Asal Ampelgading Ditangkap Usai Kabur ke Papua Tersangka Rendi Candra Irawan alias Bendot di Mapolsek Turen. Serta barang bukti motor yang diamankan dari temannya, Budi Harianto alias Yanto.

MALANGPOSTONLINE.COM - Setahun setengah diburu, akhirnya DPO kasus curanmor berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Turen, Jumat (9/8) malam. Tersangkanya Rendi Candra Irawan alias Bendot, 27, warga Dusun Sidomarto Desa Sidorenggo Kecamatan Ampelgading. Dia dibekuk saat berada di warung kopi tak jauh dari rumahnya.

"Ketika kami tangkap tersangka tanpa melakukan perlawanan. Dia mengakui pernah mencuri motor di wilayah Kecamatan Turen," jelas Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mashudi kepada Malangpostonline.com.

Menurutnya, penangkapan tersangka Bendot ini berdasarkan pengembangan dari temannya yang tertangkap lebih dulu. Yakni Budi Harianto alias Yanto, warga Desa Sidorenggo Kecamatan Ampelgading. Yanto dibekuk sesaat setelah melakukan pencurian.

Dari pemeriksaan, Yanto saat itu mengaku mencuri dengan Bendot. Namun ketika akan ditangkap, Bendot sudah lebih dulu kabur. Bendot kabur ke Papua, setelah mengetahui menjadi buruan polisi.

"Begitu kami mendapat informasi kepulangannya, tersangka langsung kami amankan. Barang buktinya sepeda motor Honda Beat yang kami amankan dari tersangka Yanto," jelas mantan Kanitreskrim Polsek Dampit.

Aksi pencurian terjadi pada 23 Januari 2018 lalu, sekitar pukul 21.30. Kejadiannya di depan halte bus Pindad, Kelurahan/Kecamatan Turen. Motor yang dicuri adalah milik Solikin, 39 warga Jalan Kendedes, Desa Undaan Kecamatan Turen.

Ceritanya, malam itu korban memarkir motornya di depan halte. Kemudian oleh korban ditinggal membeli pangsit. Ketika ditinggal inilah, tersangka datang yang langsung mencuri dengan menggunakan kunci palsu.

Korban yang usai makan pangsit, kembali ke motornya namun sudah tidak ada. Lantaran yakin dicuri, saat itu juga korban lantas melaporkan ke polisi. Berdasarkan laporan itulah, polisi akhirnya menyelidiki dan berhasil menangkap Budi Harianto alias Yanto. Kemudian berkembang pada tersangka Bendot.

"Tersangka Bendot ini bertugas sebagai eksekutor. Pengakuannya sementara baru sekali, namun kami masih akan terus mengembangkan kasusnya," tandas mantan Kasubag Humas Polres Malang ini.(agp/lim/Malangpostonline.com)

  • Editor : lim
  • Uploader : slatem
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI