Hamil Ngidam Tribun, Bayi Diajak ke Stadion

Pasutri Fanatik Arema, Namai Anaknya Remon Utas

  • 10-08-2019 / 22:46 WIB
  • Kategori:Arema, Malang, Kabupaten, Batu
Pasutri Fanatik Arema, Namai Anaknya Remon Utas LINTAS GENERASI: Pasutri Teguh Prasetyo dan Merrinsia Gunawan mengajak Remon Utas Narasimha Prasetyo nonton Arema bertanding di tribun VIP Stadion Kanjuruhan. Pavel Smolyachenko menggendong Utas. Hampir semua pemain Arema pernah menggendong bayi Aremania ini.

CINTA mereka cintanya Arema. Sebagai arek Malang, dan suporter fanatik Arema, Teguh Prasetyo dan Merrinsia Gunawan, pasangan suami istri (pasutri) asal Balearjosari Blimbing memberi nama putra pertama mereka, Remon Utas Narasimha Prasetyo. Dengan nama akronim bahasa walikan nomor satu, Utas sering digendongi para pemain Arema FC.

Fanatisme terhadap Arema dan kulturnya mengakar di hati Aremania-Aremanita. Kecintaan terhadap warisan budaya Malang dan sepak bola, membuat suporter selalu mendekatkan hidupnya dengan hal-hal yang berbau Ngalam. Begitulah pasutri Teguh Prasetyo dan Merrinsia Gunawan.

Saking cintanya dengan Arema, mereka memberi nama yang sangat spesial kepada putra pertamanya. Yakni, Remon Utas Narasimha Prasetyo. Bayi lucu yang akrab disapa Utas ini, lahir pada Senin, 8 Oktober 2018. Saat ini, Utas bertumbuh sehat, dan sudah berusia 10 bulan.

Merrinsia, ibu Utas, menyebut fanatisme terhadap Arema sudah mendarah daging bagi dia dan suaminya. Karena itulah, putra pertama mereka dinamai dengan nama yang mengandung warisan kultur Malangan. Namun, dia tidak sembarangan memberi nama, dan tiap kata dalam nama putranya memiliki arti.

“Kenapa dikasih nama Utas, karena Remon Utas diambil dari bahasa walikan Nomer Satu. Dia adalah anak pertama saya, sehingga tercetus nama itu. Sementara, Narasimha itu arti dari jelmaan Dewa Wishnu yang berbadan manusia berkepala singa, Prasetyo itu nama bapaknya,” jelas Merrinsia.

Dengan penuh harapan terhadap masa depan Utas yang akan tumbuh sebagai generasi Aremania sejati, Merrinsia berharap nama putranya tersebut menjadi doa. Dia mengartikan nama Utas, yakni anak nomor satu sekuat dan setangguh singa. Pasangan muda ini, sudah pernah mengajak Utas ke tribun untuk mendukung Arema.

“Udah pernah ngajak Utas nribun, waktu itu final Piala Presiden 2019 pas Arema versus Persebaya. Utas pun kami ajak ke tribun VIP, dan melihat Arema juara di Stadion Kanjuruhan,” sambung Merrinsia.

Selain mengajak Utas merasakan gema dan atmosfer gemuruh suporter di kandang singa, Merrinsia juga gemar mengajak Utas menonton latihan Arema. Atau, bertemu dengan pemain Arema.

Utas menjadi favorit penggawa tim pujaan Aremania. Pavel Smolyachenko hingga pasangan Hendro Siswanto dan Adirsti Dyah, sempat mengabadikan momen dengan Utas. Karena lucu, tentu saja Utas digendongi dan ‘diucel-ucel’ oleh para pemain Arema tersebut.

Namanya Aremania-Aremanita, tak ada bedanya, sama-sama edan, sama-sama gendeng Arema. Karena, keduanya masih menonton langsung tim berlogo singa mengepal ini saat Merrinsia mengandung Utas. Ditemani suaminya Teguh, Merrinsia langsung nribun di Stadion Kanjuruhan, tidak di depan televisi.

Ceritanya, pasangan suporter Arema ini menikah September 2017. Merrinsia yang mengandung Utas, mengaku tidak ngidam apa-apa. Tapi, saat masih berbadan dua, karena ingin menonton Arema di tribun, Merrinsia ladub (berangkat) ke stadion untuk menonton Arema. Bahkan, pada kehamilan bulan lima, Merrinsia yang ‘ngidam’ Arema, ladub tret tet tet ke Jakarta.

“Sepertinya waktu hamil Utas nggak ngidam yang aneh-aneh. Tapi, memang saya sempat away ke Jakarta ketika hamil Utas 5 bulan,” urainya. Bahkan, ketika Utas sudah hampir lahir karena memasuki usia kandungan 7-9 bulan, Merrinsia masih gemar menonton langsung pertandingan di stadion.

Sehingga, bisa dibilang, sejak Utas dalam kandungan, musik yang didengarkannya adalah chant-chant Aremania di tribun stadion. Ditanyai soal itu, Merrinsia tertawa senang. “Dia udah saya bawa ke tribun saat masih dalam kandungan. Jadi, pas dia udah lahir dan ke stadion, enggak kaget, padahal gak ada hubungannya sih, hahaha,” ujar Merrinsia.

Bagi Aremanita fanatik seperti dirinya, kebanggaan terbesarnya, adalah Utas tumbuh sehat, semakin cerdas dan pintar, dan semoga menjadi suporter pecinta Arema seperti bapak ibunya. Karena, bicara fanatisme, Merrinsia pun seorang Aremanita militan. Ketika belum memiliki Utas, Merrinsia cukup sering tur away.

“Saya sudah sering away, mulai dari tur Jakarta, Sidoarjo, Bali, Gresik, Solo dan Lamongan,” sambungnya. Untuk laga kandang, tentu saja dia hampir tidak pernah melewatkannya. Jika ada waktu, maka Merrinsia langsung ladub ke tribun untuk menyuarakan dukungannya bagi tim kelahiran 1987 itu.

Di usia ke-32, Aremanita kelahiran Lawang ini membawa banyak doa bagi tim dan manajemen. Merrinsia berharap, Arema semakin berbenah dan maju. Merrinsia tidak ingin tim kecintaannya ketinggalan zaman. Contohnya saja, sistem online ticketing yang menurutnya, seperti sudah ketinggalan jauh dengan klub-klub lain.

“Semoga untuk manejemen dan tim semakin solid, gak cuman main berdasarkan profit semata, tapi bermain dengan hati. Semoga segera punya stadion yang ramah anak dan orang tua,” harapnya. (fino yudistira/van)

Editor : van
Uploader : abdi
Penulis : fin
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU