Tukang Ojek Tewas di TKP, Yang Dibonceng Tewas Dalam Perawatan

  • 11-08-2019 / 12:49 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Tukang Ojek Tewas di TKP, Yang Dibonceng Tewas Dalam Perawatan Jenazah korban Supriyanto ketika di lokasi kejadian sebelum dilakukan evakuasi. Masyarakat yang mengetahui langsung mendatangi TKP.

MALANGPOSTONLINE.COM - Kecelakaan tragis yang terjadi di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu, Dusun Morotanjek, Desa Purwoasri, Singosari, tidak hanya merenggut nyawa tukang ojek. Tetapi, kejadian Minggu (11/8) pagi itu, juga mengakibatkan penumpangnya yang diketahui seorang pelajar meninggal dunia.

Korban tewas adalah Supriyanto, warga Dusun Krajan, Desa Klampok, Singosari. Tukang ojek atau pengendara Honda Revo N-3426-JW ini, meninggal dunia di lokasi kejadian. Pria berusia 50 tahun ini, tewas akibat luka serius di kepala.

Sedangkan yang dibonceng adalah Ahmad Libasut Taqwa alias Wawa, 16, pelajar SMPN 2 Singosari. Warga Dusun Morotanjek, Desa Purwoasri, Singosari ini, meregang nyawa saat dalam perawatan di RS Prima Husada Singosari. Dia meninggal dunia akibat luka serius di kepalanya.

"Korban yang meninggal dunia dua orang. Satu meninggal di lokasi kejadian, sementara satu lagi dalam perawatan," ujar Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriono kepada Malangpostonline.com.

Peristiwa kecelakaan ini, terjadi sekitar pukul 07.15. Motor Honda Revo yang dikendarai Supriyanto berboncengan dengan Wawa, ditabrak KA Penataran dengan nomor lokomotif CC2039510.

"Sebelum kejadian, sempat diingatkan dan diteriaki oleh warga kalau ada kereta api yang mau melintas. Namun rupanya mereka tidak mendengar dan tetap melajukan motornya," ungkap Ahmad Jayadi, salah satu saksi warga sekitar.

Ceritanya, pagi itu Supriyanto melajukan motornya dari barat ke timur dengan kecepatan sedang. Ketika hendak melintasi rel KA tanpa palang pintu, ada warga yang sempat meneriaki ada kereta yang mau lewat.

Tetapi teriakan warga ternyata tidak didengar. Supriyanto tetap melajukan motornya. Imbasnya, begitu di tengah rel langsung disambar KA Penataran yang dimasinisi oleh Afif. Kereta berjalan dari selatan ke utara.

Saking kerasnya tabrakan, membuat motor dan dua pengendara motor terpental. Keduanya mengalami luka parah di kepala. Warga sekitar yang melihat, lantas berdatangan.

Korban Wawa yang sempat kritis dibawa ke rumah sakit. Sedangkan sebagian warga lainnya melaporkan ke polisi. Namun keduanya akhirnya sama-sama meninggal dunia. Supriyanto tewas di TKP, sedangkan yang dibonceng tewas dalam perawatan. (agp/Malangpostonline.com)

  • Editor : agp
  • Uploader : irawan
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI