Kembangbiakan Lele di Sungai, RT 12 RW 3 Karangbesuki Ikut Penilaian

  • 13-08-2019 / 14:49 WIB
  • Kategori:Malang
Kembangbiakan Lele di Sungai, RT 12 RW 3 Karangbesuki Ikut Penilaian Ketua RT 12 RW 3 Kelurahan Karangbesuki Teguh Srianto menunjukan kreasi dan program sanitasi bersih di lingkungannya pada tim penilai.

MALANGPOSTONLINE.COM - Warga RT 12 RW 3 Kelurahan Karangbesuki perlu diberi apresiasi besar terhadap apa yang dilakukan pada lingkungannya. Aliran anak sungai yang biasanya terdapat sampah kini terlihat bersih, bahkan terdapat ikan-ikan yang hidup dialiran.

Hal ini menjadi poin penting yang ditunjukan RT 12 RW 3 Karangbesuki saat tim penilain Lomba Kampung Bersinar Pemkot Malang datang tadi pagi. RW 3, Khususnya RT 12 menjadi salah satu perwakilan Kelurahan Karangbesuki untuk penilaian lomba tersebut.

Ketua RT 12 Teguh Srianto menjelaskan sejak satu tahun terakhir warganya memang sedang menjalankan program peningkatan sarana dan prasarana sanitasi di lingkungan RT 12. Diantaranya adalah menjalankan Program Kampung Terong, Lombok, Lele Tomat (Telolet Om).

Program ini membuat sungai memiliki filternya sendiri. Terdapat filter di jarak-jarak tertentu yang menyaring sampah masuk. Dalam beberapa hari sampah yang terkumpul akan dibersihkan. Di sela-sela filter, dilepas bibit ikan. Ikan dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik. 

“Memang ini adalah program dari PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang,red) tapi kita sudah kelola sedemikian rupa dan hasilnya baik sekali. Bagi lingkungan juga bagi mindset masyrakat disini,” jelas Teguh kepada Malangpostonline.com.

Sejak diberikan program ini, warga menerima bantuan bibit lele, sayur dan perangkat untuk menjalankan program. Aliran sungai yang melewati RT 12 dipilih karena selalu kotor dan kerap meluap menjadi banjir ketika hujan datang.

Adanya program ini disambut baik oleh seluruh warga RT 12 ini. Lalu warga dengan inisiatif mulai mengembangkan program. Selain program Telolet Om ini, warga kemudian membuat program lanjutan lain hasil kreasi sendiri. 

“Kami buat inovasi lain seperti program bersih-bersih tiap gang. Setiap hari giliran tiap hari bersih-bersih lingkungan. Lalu tiap sabtu-minggu muda-mudinya yang bersih-bersih lingkungan,” tegasnya.

Kemudian ada juga program dana jimpitan. Dijelaskan program ini membuat rumah di lingkungan RT 12 memiliki sebuah omplong bamboo berwarna merah. Fungsinya adalah seperti uang sumbangan. Berapapun uang yang dimasukan dalam omplong itu tiap hari akan ada yang mengambil.

Uang yang dikumpulkan ini, lanjut Teguh, akan diberikan kepada mereka yang bertugas mengambil sampah. Tidak hanya itu uang ini juga akan menjadi kas lingkungan yang akan dipakai untuk menambah fasilitas dan mempercantik kampung.

“Sekarang disini sudah ga ada yang buang sampah di sungai. Tidak ada lagi yang BAB (Buang Air Besar) di sungai. Mindset sudah berubah kita menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Kemarin tim penilai Kampung Bersinar hadir dan melihat sendiri sistem filter sungai yang dimiliki RT 12 RW 3 Karangbesuki ini. (ica/Malangpostonline.com)

  • Editor : ica
  • Uploader : irawan
  • Penulis : ica
  • Fotografer : ica

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI