Janji Bisa Jadikan CPNS, Oknum ASN Kecamatan Blimbing Ini Tipu Warga Pakisaji Puluhan Juta

  • 13-08-2019 / 20:05 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Janji Bisa Jadikan CPNS, Oknum ASN Kecamatan Blimbing Ini Tipu Warga Pakisaji Puluhan Juta BUKTI: Kuitansi bukti penerimaan uang dari KS kepada NP yang mengatasnamakan pejabat di Pemkot Malang. 

MALANGPOSTONLINE.COM - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) staf Kecamatan Blimbing  diduga melakukan penipuan dengan mencatut beberapa nama pejabat di Pemkot Malang. Oknum staf Ketentraman dan Ketertiban Kantor Kecamatan Blimbing yang berinisial NP (45 tahun) itu mengaku bisa membantu korban masuk menjadi  tenaga honorer di Satpol PP dan CPNS di Pemkot Malang.

 Namun, sang korban, KS diwajibkan menyetorkan sejumlah uang. Jika ditotal, uang yang sudah disetorkan kepada NP  mencapai Rp 75 juta.

“Saya awalnya tidak tahu sama sekali NS itu siapa. Saya hanya tahu kalau dia dinas di Kecamatan Blimbing. Setelah obrolan itu, NP datang ke rumah dan mengiming-imingi saya untuk masuk sebagai pegawai honorer,” terang KS ketika ditemui Malangpostonline.com, Selasa (13/8).

Saat itu, pria asal Desa Wonokerjo, Pakisaji, Kabupaten Malang itu sedang mencari pekerjaan. Penawaran dari NS te rsebut diterimanya, meski harus mengeluarkan uang sebesar Rp 15 juta secara bertahap. “Setelah menyetorkan uang, saya disuruh menunggu pengumuman lolos tes pada tanggal 30 April 2019 lalu,” terangnya.

Di sela-sela waktu penantian, NP kembali muncul di hadapan KS dengan modus baru, yakni rekrutmen CPNS. Lagi-lagi, ia meminta sejumlah uang kepada KS. Kali ini, jumlahnya cukup fantastis, yakni Rp 60 juta. “Setelah melakukan berbagai pertimbangan, akhirnya saya menyerahkan uang tersebut,” lanjut pria berusia 25 tahun itu.

Tanggal 30 April 2019 lalu, KS berinisiatif mendatangi kantor Satpol PP. Ia bertanya terkait statusnya, apakah lulus tes atau tidak masuk sebagai Banpol. Namun, justru ia terkejut, tim Satpol PP memberikan informasi bahwa tidak ada lowongan pekerjaan. “Sejak saat itu, saya sadar kalau ditipu dan uang saya raib,” jelas dia.

Tak menyerah, KS kemudian mendatangi kantor kecamatan untuk menagih seluruh uang yang telah ia setorkan. Ia juga membawa beberapa barang bukti. Diantaranya surat kuitansi yang mengatasnamakan Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto, Kasatpol PP Kota Malang, Priyadi serta menggunakan stempel palsu milik Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Malang. “Ketika dimediasi PakCamat, dia sudah mengembalikan uang Rp 20 juta, sisanya katanya akan dibayar. Namun hanya janji-janji saja. Sudah sekitar empat bulan lebih saya nagih,” jelas pria lulusan SMK ini. (tea/aim/Malangpostonline.com)

Editor : aim
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU