Bejo Paham Persebaya, Milo: Pemain Mereka Masih Sama

  • 13-08-2019 / 20:51 WIB
  • Kategori:Arema
Bejo Paham Persebaya, Milo: Pemain Mereka Masih Sama

MALANGPOSTONLINE.COM – Dalam kondisi tanpa pelatih kepala, Persebaya bakal menjadi tamu Arema FC dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2019, Kamis (15/8). Ya, Persebaya baru saja memecat Djajang Nurjaman (Djanur) dari kursi pelatih kepala. Djanur dipecat usai timnya bermain imbang dengan Madura United di kandang sendiri.

Jelang derby, Persebaya sejatinya berpeluang menggusur Arema dan memberikan tekanan tambahan, bila saja menang atas Laskar Sape Kerrab. Hanya berjarak dua poin dari Arema, 17 berbanding 19, kemenangan bisa membuat Bajul Ijo mengoleksi 20 poin.

Hanya saja, peluang tersebut lenyap. Persebaya gagal menang dan tetap berada di bawah Arema. Malahan, mereka harus kehilangan pelatih kepala, yang dipecat karena prestasi minor dalam tujuh pekan terakhir. Satu kemenangan, empat hasil seri dan dua kekalahan, dianggap sudah cukup untuk memutuskan berpisah dengan mantan arsitek Persib Bandung tersebut.

Pelatih Arema, Milomir Seslija memahami kondisi calon lawan. Arema akan mencoba memanfaatkan kurang kondusifnya lawan dan mendapatkan kemenangan di Bumi Arema.
“Saya berharap demikian (mental down),” ungkap Milomir Seslija kepada Malangpostonline.com, terkait kondisi Persebaya.

Perpisahan dengan head coach, menandakan ada ketidakberesan pada tim tersebut. Terkadang, menurut dia, pemain harus beradaptasi ketika terjadi pergantian pelatih. Dari pelatih lawas ke pelatih anyar, membutuhkan waktu untuk penyesuaian. 

Namun, Persebaya bisa menjadi pengecualian. Pasalnya belum ada pergantian pelatih, hanya ada penunjukan sang asisten Bejo Sugiantoro sebagai pelatih sementara. Bejo pun diyakini paham akan kondisi internal tim, sehingga para pemain Persebaya tidak perlu adaptasi lagi.

Menurut padangan pria dengan sapaan akrab Milo itu, ada poin yang tetap membuatnya tetap respek dengan lawan. Persebaya adalah tim yang sama, meski tanpa pelatih kepala. “Pemain mereka masih sama dan ini derby,” sebut dia.

Derby, mengisyaratkan adu gengsi. Sehingga, penggawa Persebaya dipastikan melupakan kondisi internal tim, demi menjaga gengsi dalam pertandingan. Arema memang berharap mental Persebaya down dengan kondisi saat ini. Namun, atmosfir derby bisa mengubah semuanya.

“Derby selalu menyajikan pertandingan yang atmosfrinya fantastik. Pertandingan sepak bola tanpa atmosfir yang bagus, tidak akan menarik,” tambah pria asal Bosnia itu.

Sementara itu, Persebaya selain tanpa pelatih kepala, juga memiliki catatan kurang bagus ketika bermain di Malang. Dalam dua laga terakhir, mereka takluk dan tidak bisa membuat gol. Musim ini, di ajang Piala Presiden dalam perebutan gelar juara, Arema unggul di Malang dengan skor 2-0 dan bermain imbang 2-2 di Surabaya.

“Mereka bermain bagus di kandang daripada saat away. Sementara, kami akan melanjutkan penampilan bagus di kandang sendiri,” terangnya. (ley/bua/Malangpostonline.com)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ley
  • Fotografer : ley

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI