Diskusi Lari Sehat Minim Risiko (3/habis)

Bukan Kecepatan dan Jarak, Acuannya Heart Rate

  • 13-08-2019 / 23:04 WIB
  • Kategori:Malang
Bukan Kecepatan dan Jarak, Acuannya Heart Rate ANTUSIAS: Peserta diskusi Malang Post berharap ada diskusi lanjutan karena mereka mendapat wawasan baru dan bisa berbagi kiat.

berat, segera istirahat, sampai detak jantung kembali normal. Kalau masih megap-megap, istirahatnya diperpanjang,” tuturnya. PAMI Malang memiliki 56 anggota, dengan usia termuda atletnya 40 tahun, dan tertua 89 tahun.

Pelari Running Goal Oriented (RGO), Christin Mutia, juga memiliki tip yang dia pakai untuk berlatih dan berlari. Selama kurang lebih lima tahun, Christin selalu memakai patokan heart rate atau detak jantung, ketimbang  kecepatan  atau distance (jarak). “Saya selalu memakai patokan itu, begitu detak jantung saya mendekati batas atas, langsung saya turunkan tempo lari saya,” jelas Christin.

Dia  ikut dalam marathon yang dihelat di Surabaya, beberapa waktu lalu. Christin, mengambil kategori full marathon atau 42 kilometer, dan meraih juara dua. Sebelumnya, Christin sudah sering berlari di berbagai lomba. Dia juga gemar lari cross country, berlari di gunung.

Direktur sekaligus Pemred Malang Post, Dewi Yuhana berharap diskusi ini bisa memberi pencerahan bagi semua penikmat olahraga lari di manapun. “Semoga semua ilmu yang muncul dalam diskusi ini, bisa ditularkan, sehingga bermanfaat bagi,” tutup Hana.(fino yudistira/van/habis)

  • Editor : van
  • Uploader : abdi
  • Penulis : fin
  • Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI