SDIT Ahmad Yani Teladani Keikhlasan Dan Kesabaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

  • 14-08-2019 / 10:22 WIB
  • Kategori:Sekolah
SDIT Ahmad Yani Teladani Keikhlasan Dan Kesabaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ANTUSIAS: Siswa-siswi SDIT Ahmad Yani menyaksikan dengan serius proses pemotongan hewan kurbanĀ 

MALANGPOSTONLINE.COM - Dua poin menjadi pelajaran besar bagi kaum muslimin dalam sejarah kurban yang terjadi kepada dua orang Nabiyullah yakni Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Dua poin tersebut adalah keikhlasan dan kesabaran. 

Rasa ikhlas menghujam kuat dalam hati Nabi Ibrahim saat perintah Allah turun melalui Wahyu untuk menyembelih putera kesayangannya. Meski diterima dengan ikhlas, perintah tersebut begitu berat disampaikan kepada putera kesayangannya. 

Namun tanpa diduga, sang Buah Hati, Nabi Ismail memberikan tanggapan yang menggetarkan jiwa sang ayah. Jawaban yang mengandung nilai kesabaran yang begitu tinggi. Sebuah ungkapan hati dari anak yang saleh dan begitu taat kepada perintah sang khalik. 

Dua sifat inilah, keikhlasan dan kesabaran, yang ditanamkan kepada siswa-siswi SDIT Ahamad Yani, melalui kegiatan kurban, yang dilaksanakan pada Hari Senin (12/8). Hal itu diungkapkan oleh Mutini, S.Pd, selaku kepala sekolah. "Kami ingin menanamkan karakter ikhlas dan sabar pada anak-anak sebagai pondasi keimanan mereka," 

Pendidikan yang didapat dari kisah dua nabi Ibrahim dan Ismail diharapkan bisa terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasar pada kekuatan iman itulah maka orang bisa menjadi sabar dan ikhlas. "Karena iman yang kuat maka Nabi Ibrahim ikhlas dalam menjalankan perintah Allah yang begitu berat. Dan karena iman jugalah Nabi Ismail bersabar mentaati perintah Allah," ungkapnya.

Ia menjelaskan, ibadah kurban sudah sepatutnya dilaksanakan oleh setiap muslim. Meskipun hukumnya Sunnah, namun terbilang patut untuk diamalkan oleh setiap muslim. 

Oleh.karena itu siswa SDIT Ahmad Yani diwajibkan untuk menabung. Dari tabungan itu menghasilkan seekor sapi sebagai latihan untuk berkurban. 

Program tersebut dijelaskan oleh Mutini, sebagai bentuk pendidikan agar anak terbiasa dan termotivasi dari kecil untuk berkurban. Sehingga di waktu dewasa mereka terbiasa melaksanakan kurban. "Meskipun hukumnya Sunnah, tapi cobalah untuk bisa menjadikan wajib bagi diri sendiri sehingga terbiasa. Kalau sudah terbiasa maka akan istiqamah di waktu yang akan datang," terangnya.

Tahun ini, SDIT Ahmad Yani menyembelih lima ekor sapi dan 10 ekor kambing. Daging kurban dibagikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. 

Sebelum pelaksanaan kurban, sekolah di Jalan Kahuripan ini juga menggelar manasik haji. Dilaksanakan di lapangan Rampal dengan melibatkan seluruh siswa dan orang tua. 

Waka Kurikulum SDIT Ahmad Yani, M. Muflihun, M.Pd, menjelaskan manasik digelar sebagai upaya untuk mengedukasi siswa tentang prosesi ibadah haji. Sebagai salah satu rukun Islam manasik haji perlu diajarkan sejak dini. Seperti halnya ibadah-ibadah yang lain. "Sehingga ketika pada saatnya nanti mereka menjalankan ibadah haji, sudah tidak bingung lagi," ujarnya. 

Di kegiatan manasik tersebut, siswa diajarkan tahapan haji secara runtut. Mulai niat dan mengenakan pakaian  ihram di miqad tempat pemberangkatan haji. Dilanjutkan tawaf qudum dan wuquf di Padang Arafah untuk mendengarkan khutbah. Kemudian ke Muzdalifah dan melempar tiga jumrah. 

Selanjutnya melaksanakan Sa'i antara bukit Safa dan marwa, tahallul dan terakhir melaksanakan tawaf wada'. "Di akhir ibadah ini jamaah disunnahkan untuk meminum air zam-zam," terang Muflihun kepada Malangpostonline.com.

Dan pada hari ini, Rabu (14/8) SDIT Ahmad Yani menggelar acara silaturahmi. Diawali dengan penyerahan secara simbolis nasi bungkus untuk 50 abang becak. 

Dan setelah Salat Dzuhur, ada acara makan siang bersama dengan berbagai varian menu masakan. Melibatkan guru,  siswa, pengurus yayasan, komite, ta'mir, YDSF dan BMT. (imm/Malangpostonline.com)

  • Editor : imm
  • Uploader : irawan
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI