Gelar Safari, SD Insan Amanah Tebar Hewan Kurban di Malang Selatan

  • 14-08-2019 / 14:27 WIB
  • Kategori:Sekolah
Gelar Safari, SD Insan Amanah Tebar Hewan Kurban di Malang Selatan PEDULI: Siswa dan guru SD Insan Amanah menyerahkan hewan kurban ke warga Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan di Masjid Miftakhul Jannah.

MALANGPOSTONLINE.COM - SD Insan Amanah merayakan Idul Adha tahun ini dengan kegiatan Safari Idul Qurban. Selasa (14/8) lalu, sekolah ini menyalurkan hewan kurban di empat masjid yang ada di daerah Malang Selatan. 

Yaitu Masjid Al-Barokah Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan, Masjid Miftakhul Jannah Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan, Masjid Inayatullah Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan dan Masjid Zam-zam Al-Murtaqo Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing. 

Idul Adha tahun lalu, SD Insan Amanah membagi-bagikan daging kurban ke penduduk sekitar sekolah dan menyalurkan belasan ekor kambing ke SD-SD yang ada dalam naungan satu gugus. Namun tahun ini, selain disembelih di sekolah sendiri, hewan kurban juga disalurkan ke masjid-masjid di Malang Selatan agar bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya.

Kepala SD Insan Amanah Suhardini Nurhayati, M.Pd., merasa tergugah saat mendengar informasi bahwa ada beberapa masjid di Malang Selatan yang dalam beberapa tahun terakhir tidak melaksanakan kurban. Itu artinya, warga sekitarnya pun bisa dibilang tidak menikmati daging kurban.

Oleh karena itu, perolehan hewan kurban SD Insan Amanah tahun ini disalurkan ke masjid-masjid tersebut. "Mungkin jumlahnya tidak banyak, tapi sangat berarti bagi mereka," ucapnya. 

Dini mengatakan daerah yang diberi bantuan hewan kurban merupakan daerah minus. Selain tertinggal dan kebanyakan warganya tidak mampu, kesadaran berkurbannya juga masih rendah. 

Bahkan salah satu dari empat daerah yang dikunjungi muslimnya minoritas. Sehingga selama tiga tahun nyaris tidak ada hewan kurban disana. "Semoga program kami ini menjadi syiar agama Islam. Dan kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran bagi mereka untuk juga berkurban di masa yang akan datang," ungkapnya.

Sebab menurut Dini, mampu atau tidaknya seseorang untuk berkurban diukur bukan karena kualitasnya, tetapi dengan cara mengatur mindset. Mereka yang pandai mensugesti dirinya akan menjadi kuat.

Sama halnya dengan ibadah haji, menjadi wajib bagi muslim yang mampu. Maka tergantung motivasi dirilah untuk mampu meskipun dengan kondisi finansial yang terbatas. "Kurban hukumnya memang tidak wajib, tapi ini perintah Allah. Sama halnya dengan haji, wajib bagi orang yang mampu, harusnya benar-benar diperjuangkan karena merupakan rukun Islam," tuturnya. 

Ia memaparkan, banyak hikmah ilmu yang dapat dipelajari dalam kurban yang mengandung nilai filosofi religius. Salah satunya sebagai upaya melatih diri untuk lebih dekat kepada Allah, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. "Dengan berkurban kita telah berusaha membumi hanguskan hawa nafsu, terutama nafsu untuk memiliki, yang mengarahkan seseorang menjadi serakah," terangnya. 

Selain itu, pelajaran berharga bagi siswa yakni melatih diri mereka untuk empati pada orang lain. Siswa belajar memposisikan diri dan bersikap seperti orang lain saat tidak mampu. 

Dan hal tersebut berkaitan erat dengan sikap syukur atas nikmat yang diperoleh selama ini. Berbagi hewan kurban kepada kaum duafa, tentu sangat bernilai dan sangat efektif untuk menumbuhkan jiwa yang penuh syukur. 

"Kalau di kota anak-anak terbiasa dengan melihat hewan kurban yang melimpah. Tapi di luar sana bahkan masih di kabupaten Malang, masih banyak saudara mereka yang belum menikmati daging kurban. Disitulah akan tumbuh rasa syukur pada diri anak," pungkasnya. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU