Gandeng Koperasi, Disnaker Berdayakan Purna TKI

  • 14-08-2019 / 16:16 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Gandeng Koperasi, Disnaker Berdayakan Purna TKI KOORDINASI: Disnaker dan Dinas Koperasi dan UMKM, setelah berkoordinasi untuk bersinergi pemberdayaan purna TKI.

MALANGPOSTONLINE.COM - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang kembali membuat inovasi baru. Kali ini bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM melakukan terobosan dengan pemberdayaan masyarakat. Khususnya bagi purna Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Terobosan yang dilakukan adalah membentuk kelompok para mantan TKI yang ada di setiap kecamatan. Arah dari inovasi ini, supaya purna TKI bisa berwirausaha sendiri. "Kelompok ini nanti akan menjadi embrio organisasi atau yayasan yang memiliki badan hukum. Syaratnya harus berjumlah 50 orang. Leader untuk pengumpulan calon anggota kami serahkan sepenuhnya kepada leader purna TKI. Leadernya berasal dari purna yang sudah mandiri atau memiliki usaha" kata Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo kepada Malangpostonline.com, Rabu (14/8).

Dikatakan, tujuan dibentuknya kelompok usaha tersebut, untuk menggairahkan semangat wirausaha bagi para purna TKI. Selain itu, agar para mantan pekerja migran itu lebih mandiri dalam hal ekonomi.

Kelompok usaha yang sudah terbentuk, bisa membuat proposal pelatihan yang diajukan ke Dinas Koperasi dan UMKM. Selanjutnya, Dinas Koperasi dan UMKM akan memberikan pelatihan sesuai dengan permintaan dari para peserta pelatihan. "Harapannya, nanti ada sinergitas dua dinas. Menggiatkan UMKM dan dibekali dengan kemampuan. Yang melatih dari Dinas Koperasi, sesuai dengan potensi di masing-masing daerah," ujarnya.

Terpisah, Kabid Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan UMKM, Heri Yulianto, menjelaskan, mereka baru akan bergerak jika kelompok usaha dari mantan pekerja migran sudah terbentuk. Selanjutnya, akan diisi sesuai dengan jenis pelatihan yang dibutuhkan. “Kami memberikan pelatihan kepada masyarakat yang sama sekali belum memiliki usaha. Tahun ini ada kuota 90 pelatihan,” katanya.

Suhartini, salah satu purna TKI yang sudah memiliki usaha mengapresiasi positif langkah Disnaker tersebut. Pasalnya diyakini dapat meningkatkan taraf hidup para purna TKI. Sebab selama ini, pasca pulang dari luar negeri, mereka justru mendapatkan masalah baru, yakni menjadi pengangguran.

“Selama ini, jarang yang punya usaha. Kebanyakan uang dari menjadi TKI habis untuk membangun atau renovasi rumah. Sehingga setelah tidak jadi TKI banyak yang  menganggur. Dengan adanya program inovasi baru tersebut, maka taraf hidup purna TKI bisa tertata dengan memiliki wirausaha," tuturnya. (agp/udi/Malangpostonline.com)

Editor : udi
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU