Warga Merjosari Temukan Benda Bersejarah Saat Gali Tanah

  • 14-08-2019 / 18:21 WIB
  • Kategori:Malang
Warga Merjosari Temukan Benda Bersejarah Saat Gali Tanah IDENTIFIKASI: Relawan TACB Kota Malang melakukan identifikasi dua benda yang diduga peninggalan bersejarah itu.

MALANGPOSTONLINE.COM - Artefak bersejarah berupa Lingga Yoni dan Lumpang kembali ditemukan di Kota Malang. Tepatnya di kawasan Joyo Utomo Gang IX RT 4 RW 4 Merjosari Kota Malang, kemarin.

Kedua situs yang belum diketahui pasti berasal dari masa kerjaaan mana ini ditemukan warga saat hendak menggali untuk membuat pondasi rumah kos-kosan.

Salah satu pekerja bangunan yang mengetahu, Giono, menceritakan ia dan kawan-kawannya hendak membuat pondasi rumah. Di satu sisi yang hendak digali ditemukan sebuah Lumpang. Tidak jauh darisitu ditemukan lagi sebuah benda lain berbentuk hampir sama.

Kemudian, karena sedikit menganggu pekerjaan, benda yang dianggapnya sebagai batu besar ini hendak dinaikkan.

“Kami gali sedikit kok bentuknya batu besar sekali. Kita angkat sampai 6 orang karena berat sekali. Ya ternyata memang seperti situs. Akhirnya ya kami bawa naik,” jelas Giono saat ditemui Malangpostonline.com di lokasi penemuan.

Sementara itu mengetahui hal ini, salah satu warga sekitar lainnya Wiwik Indriastuti kemudian mengetahui benda tersebut merupakan benda bersejarah. Pagi tadi langsung melaporkan ke dinas terkait.

Sejak pagi tadi hingga siang ini beberapa anggota volunteer cagar budaya Kota Malang yang banyak teridri dari mahasiswa-mahasiswi kampus datang. Mereka melakukan tahap awal penemuan atas laporan warga. Dengan mengidentifikasi dan mengukur situs tersebut. Diketahui benda yang diduga Lingga Yoni ini memliki lebar 63 cm dan memiliki tinggi 66 cm.

Sementara itu Wiwik Indriastuti yang tadi melaporkan ke dinas terkait mengatakan ia sudah mengetahui keberadaan dua benda bersejarah itu sejak lama kurang lebih satu tahunan ini. Hanya saja oleh warga sekitar dan perangkat tidak ada yang menindaklanjuti.

“Kalau lapor ke dinas terkait memang saya lakukan tadi. Tapi saya sudah tahu ini lama. Cuma ga ada yang peduli ga ada yang ngubris,” ungkap Wiwik yang sudah mendiami kawasan Merjosari dekat penemuan benda diduga situs sejak 1984 ini.

Ia mengaku telah melapor ke perangkat kelurahan atau lingkungan sejak lama, hanya saja tidak ada tindak lanjut. Barulah ketika seorang warga lain yang baru saja membeli tanah di kawasan penemuan yang hendak dibuatkan bangunan rumah kos menggali untuk fondasi, benda ini cukup membuat heboh pekerja.

Diakui Wiwik, ia sempat berbicara dengan pembeli tanah agar tidak merusak atau membongkar benda yang diduga situs ini kepada orang tersebut. Akan tetapi saat pekerja heboh tadi pagi kemudian banyak warga datang maka ia langsung berinisiatif melaporkan langsung.

“Saya bilang jangan dibongkar ini, kan karena ada pasalnya. Ya sudah saya laporkan saya lah langsung ke dinas,” tegasnya. (ica/aim/Malangpostonline.com)

  • Editor : aim
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ica
  • Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI