Kota Malang Target Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah Jawa Timur 2019

  • 14-08-2019 / 20:22 WIB
  • Kategori:Malang
Kota Malang Target Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah Jawa Timur 2019 KSM Jawa Timur 2019 kali ini menunjuk Kota Malang sebagai tuan rumah, dan dibuka secara resmi di Universitas Islam Malang, Rabu (14/8).

MALANGPOSTONLINE.COM - Kota Malang ditargetkan raih juara umum pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) se Jawa Timur yang secara resmi di buka di Gedung Auditorium Prof. Dr. KH. Tolchah Hasan Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (14/8).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kemenag Kota Malang Muchtar Hazawawi usai prosesi pembukaan KSM Jawa Timur oleh Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Prof. Dr. Phill Kamarudin, M.A, Wali Kota Malang Sutiaji, dan Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri, M.Si.

Terdapat sejumlah kategori yang dikompetisikan pada KSM ini, mulai dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sampai dengan matematika. Sebelumnya Kota Malang sendiri disebut telah meraih juara hingga tingkat nasional.

Untuk itu, kali ini Kota Malang berani menargetkan meraih juara umum. "Target tentunya meraih juara umum, sebelumnya juga sudah meraih juara hingga tingkat nasional" terangnya kepada Malangpostonline.com.

Meski nama dari kompetisi ini adalah Kompetisi Sains Madrasah, namun ternyata pesertanya tak harus siswa-siswi dari madrasah. Bagi siswa-siswi sekolah umum pun dapat turut berpartisipasi dalam kompetisi.

"Sudah bukan waktunya dikotak-kotakan. OSN (Olimpiade Sains Nasional) dari Kemdikbud pun boleh diikuti oleh siswa madrasah, di KSM ini siswa dari sekolah umum juga boleh ikut. Jadi memang sudah fair," lanjutnya.

Lebih lanjut, dalam sambutannya, Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Prof. Dr. Phill Kamarudin, M.A. menyampaikan bahwa madrasah di Indonesia merupakan pendidikan Islam modern terbesar di dunia. Jika dibandingkan dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Islam lainnya, madrasah-madrasah di Indonesia.

"Di negara lain, madrasah konotasinya masih pendidikan non formal. Kalau di Indonesia beda, karena 100 persen public school dan tetap berbasis agama," katanya.

Sebutnya, saat ini ada 10 juta anak Indonesia belajar di madrasah, 1 juta lebih kuliah di perguruan tinggi Islam, 7 juta anak menempuh pendidikan di pondok pesantren. Untuk itu, kontribusi dari para lulusan madrasah akan diharapkan terhadap kelangsungan bangsa Indonesia.(Mg3/Malangpostonline.com)

  • Editor : Inasa
  • Uploader : slatem
  • Penulis : Inasa
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI