Hari Pramuka

Kota Batu Pawai Lampion

  • 14-08-2019 / 22:43 WIB
  • Kategori:Malang
Kota Batu Pawai Lampion Atraksi keterampilan merupakan salah satu tradisi dan kegiatan di Pramuka sebagai sarana kreativitas generasi muda.

MALANG-Kegiatan gerakan Pramuka makin beragam. Bersamaan Hari Pramuka, Rabu (14/8) kemarin digencarkan Satgas Anti Narkoba di Kota Malang. Di Kota Batu semarak dengan pawai lampion tadi malam.

Satgas Pramuka Anti Narkoba bekerjasama dengan Polres Malang Kota dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang. Mereka secara aktif melakukan sosialisasi kepada generasi muda untuk menjauhi obat terlarang itu.

Wakil Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Malang, Hery Sunarko mengungkapkan sebenarnya satgas tersebut sudah dibentuk tiga tahun lalu. Namun saat ini lebih digencarkan lagi. Apalagi sekarang peredaran narkoba di Kota Malang cukup memprihatinkan.

"Untuk itu, satgas ini kembali digencarkan. Minimal, melakukan pencegahan terhadap dirinya sendiri terlebih dahulu baru ke orang lain,” terang Hery di sela-sela upacara Peringatan Hari Pramuka ke-58 di Halaman Balai Kota Malang, kemarin.

Selama ini, ada 100 anggota Satgas Anti Narkoba yang sudah tergabung di Saka Bhayangkara. Mereka mendapatkan pembinaan secara khusus di Polsek Blimbing. “Kita menguatkan adik-adik Pramuka menjadi agen penyelamat lingkungan, termasuk turut melakukan edukasi dan penyuluhan terkait bahaya narkoba,” jelas pria yang juga Pamong Saka Bhayangkara Kota Malang ini.

Selain itu, lanjut Hery, pihaknya juga memiliki satgas khusus sebagai bentuk pengabdian Pramuka terhadap masyarakat. Seperti satgas penyelamat hingga satgas penyuluh keluarga berencana. “Satgas ini terbentuk berdasarkan kondisi yang dibutuhkan. Ini berfungsi untuk menggerakkan potensi SDM yang ada kalau mereka semua setia, siap sedia,” jelas pria berkacamata ini.

Sementara itu, Wali Kota Malang Drs.H. Sutiaji menaruh harapan terhadap gerakan Pramuka di tengah situasi yang mengancam keutuhan bangsa dan negara. Di antaranya, kasus korupsi, bahaya narkoba dan lainnya. Sutiaji berharap kepada anggota Pramuka mampu memberikan perubahan positif terhadap lingkungan sekitarnya.

“Saya mengajak segenap pengurus kwartir, para pelatih dan pembina serta semua anggota Pramuka senantiasa menjadi pionir dalam menanamkan nilai-nilai anti kejahatan luar biasa” ujar dia.

Menurutnya, terdapat 10 poin penting Dasa Dharma yang merupakan komitmen anggota Pramuka hidup di tengah-tengah keberagaman. “Kalau Dasa Dharma bisa dikuatkan, segala kekhawatiran akan hilang. Meski sempat tenggelam di era reformasi. Pramuka harus kembali bangkit, untuk membentuk karakter bangsa dengan jiwa patriot,” pesannya.

Usai upacara di balai kota, dilanjutkan pemberian penghargaan yang diraih dari kejuaraan Pramuka tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur. Sekolah-sekolah yang berprestasi dalam kejuaraan tingkat Jawa Timur ini, antara lain SMPN 7 Malang dengan Juara Umum 2 Jelajah Situs Sejarah Bangsa, Juara 1 Peta Pita Jelajah Situs Sejarah Bangsa, Juara 1 Kim Jelajah Situs Sejarah Bangsa, dan Juara 3 Peta Pita Jelajah Situs Sejarah Bangsa. Penghargaan selanjutnya diterima SMPN 20 Malang yang meraih Juara 2 Isyarat dan Sandi Jelajah Situs Sejarah Bangsa, SMPLB Malang Juara 1 P3K Penguatan Berkarakter Berbasis Pramuka dan Juara 2 Hias Penguatan Berkarakter Berbasis Pramuka, SMPN 2 Malang juga Juara 2 Yel-Yel Jelajah Situs Bangsa. Sedangkan  SMPN 4 Malang juara 2 pada kejuaraan Yel-Yel Jelajah Situs Sejarah Bangsa, Kim Jelajah Situs Sejarah Bangsa, Debap Kebangsaan Jelajah Situs Sejarah Bangsa, dan Juara Harapan 1 Gudep Unggul.

Di tingkat SMA, SMAN 10 Malang berhasil meraih Juara 2 Putra Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka.

Pada kesempatan tersebut, anggota Pramuka dari sejumlah sekolah menampilkan kebolehannya. Di antaranya menari dan bermain musik. 

 

Pawai Lampion di Kota Batu

Ratusan lampion aneka rupa menerangi Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu,  Rabu (14/8) tadi malam. Mulai dari simbol-simbol Pramuka, seperti tunas kelapa, pionering, api unggun hingga replika buah-buahan nampak menyala berwarna-warni.

Pawai lampion tersebut merupakan hasil krestivitas anggota Pramuka Kecamatan Batu yang digelar untuk memperingati HUT Gerakan Pramuka.

Koordinator pawai, Dian Candra Wijaya mengatakan, pawai lampion bisa menjadi wadah kreatif dan inovatif di kalangan pelajar. "Ini juga sebagai bentuk pesan bahwa Pramuka yang terdiri dari penggalang dan penegak ini mampu menjadi anak yang mandiri," ujar Dian kepada Malang Post.

Ia berharap dengan kegiatan semacam ini bisa kembali menggerakkan generasi muda untuk berkarya di tengah-tengah masyarakat. "Pawai yang diikuti sekitar 640 peserta ini berasal dari 48 sekolah,”  jelasnya.

Selain menggelar pawai lampion, rangkaian kegiatan Hari Pramuka diisi juga dengan Pesta Siaga pada Senin (12/8) lalu. Kemudian dilanjutkan apel pelaksanaan Hari Pramuka di Lapangan Desa Pesanggrahan, kemarin sore. (tea/eri/van)

Editor : van
Uploader : hargodd
Penulis : eri
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU