Polisi Masih Selidiki Kasus Pencurian di Kantor Dinkes

  • 16-08-2019 / 22:45 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Polisi Masih Selidiki Kasus Pencurian di Kantor Dinkes Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna

MALANGPOSTONLINE.COM - Sampai saat ini, kasus pencurian yang terjadi di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang pada Kamis (8/8) lalu belum terungkap. Pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus tersebut dan mendapati kendapa dalam proses pengungkapan. 

Setelah peristiwa tersebut terjadi, pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP. Kemudian, melakukan pemeriksaan terhadap data residivis spesialis kasus pencurian. Namun, pihak kepolisian masih belum menemukan petunjuk ke arah pelaku.

"Informasi dari korban, ciri-ciri dari salah satu pelaku, memiliki logat bahasa dari Jawa Barat. Setelah diperiksa, para residivis kebanyakan memang murni dari Jawa Timur," jelas Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna pada Malangpostonline.com, Jumat (16/8).

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, ia menilai, tidak menutup kemungkinan pelaku berasal dari luar kota. Bahkan, bisa jadi pelaku merupakan pelaku pencurian yang melancarkan aksinya di lintas daerah. "Untuk itu, kami juga berkomunikasi dengan Satreskrim jajaran Pasuruan, di Lamongan, Blitar dan Malang Kabupaten. Namun, sampai saat ini masih belum ada perkembangan," papar dia.

Komang menjelaskan, sampai saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan berujang untuk mengungkap kasus tersebut. Sebab, menurutnya, bukti yang ditemukan di lapangan masih minim. “Keterangan saksi juga minim. Apalagi, CCTV sudah dirusak dan decodernya dibawa kabur,” jelas dia. 

Bahkan, petunjuk di sekitar lokasi juga masih belum bisa membatu memperkuat pengungkapkan kasus tersebut. Seperti CCTV yang ada di toko sekitar kantor Dinkes, yang tidak mengarah kepada pelaku. "Rata-rata, CCTV nya tidak mengarah ke jalan. CCTV hanya mengarah ke lokasi parkiran saja. Itu salah satu kendala kami," ungkapnya.

Selain itu, mengenai ponsel milik Satpam yang dibawa kabur oleh para pelaku, sampai saat ini juga masih belum berhasil terdeteksi. Diduga, ponsel tersebut dalam keadaan mati. "Pendalaman IT memang belum menemukan tanda-tanda hp nya hidup," jelas Komang.

Kemudian, pihak kepolisian juga masih mengidentifikasi kendaraan plat nomor kendaraan yang digunakan pelaku. Berdasarkan keterangan saksi, plat mobil tersebut berwarna merah, yang artinya kendaraan milik pemerintah. Namun, identifikasi tersebut juga menemui kendala. Sebab, saksi tidak mengetahui secara jelas plat nomor yang digunakan. "Dari visual, hanya terlihat warna merah. Sehingga kami juga belum mengetahui jelas play nomornya. Kalaupun dapat nomor kendaraan, tentunya akan segera kami cek," pungkas dia.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU